KUNJUNGAN SYAIKH AWADL KE INDONESIA

0
48
views

PCINUSUDAN.COM-Musnid Sudan, Syekh Awadl Karim Al-Aqli berkunjung ke Indonesia dalam rangka seminar dan dauroh ilmiyah di 5 Universitas dan 23 pondok pesantren sepulau Jawa pada 22 November – 18 Desember 2018.

Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama antara DAIMI (Dauroh Ilmiyah Lil Ma’ahid Indonesia), PCINU (Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama) Sudan dan Majma Shufi ‘Amm Sudan.

Rencananya, Syeikh Awadl akan mengawali kunjungannya kebeberapa makam Walisongo dan ulama-ulama lainnya yang berada di tanah Jawa. “Sebelum saya safari dakwah di Pulau Jawa, saya harus minta izin terlebih dahulu dengan para wali-wali Allah di bumi Jawa,” kata beliau.

Dijadwalkan, Syeikh Awadl akan melakukan dauroh ilmiyah ke pondok pesantren se-Jawa, diantaranya : Ponpes Al-Ibrahimi (Gresik), Ponpes Bumi al Quran (Wonosalam, Jombang), Ponpes Al-Amanah (Krian), Ponpes Lirboyo (Kediri), Ponpes Darul Ulum (Jombang), Ponpes Kiai Mojo (Jombang), Ponpes Bahrul Ulum (Jombang), Ponpes Mambaus Sholihin 2 (Blitar), Ponpes Al-Hidayat Ash-Shomadiyah (Pasuruan), Ponpes Al-Islahiyah (Malang), Ponpes Mambaus Sholihin (Gresik), Ponpes Dar Ulul Albab (Nganjuk), Ponpes Miftahul Ula (Nganjuk), Ponpes Al-Fath (Lasem), Ponpes Al-Anwar dan Nurul Anwar (Sarang), Ponpes Mathaliul Falah (Kajen), Ponpes Yanbuul Quran (Kudus), Ponpes Mambaul Hikmah (Kendal), Ponpes Darut Tauhid (Cirebon), dan Ponpes Asy-Syifa (Subang).

Ketua DAIMI, Tajul Mafachir mengatakan bahwasanya tujuan utama diselenggarakannya dauroh ini, dalam rangka apresiasi terhadap Islam dan segudang keilmuan di dalamnya secara umum. Dan secara khusus, adalah menyambung geneologi sanad antara Ulama Nusantara dan negara lain, terutama di Timur Tengah.

“Doakan DAIMI tetap dawam, dalam berjuang menyambung tali kebaikan itu,” tuturnya.

Perlu diketahui, bahwa Syaikh Awadl yang merupakan Guru besar di Masjid Agung Kota Omdurman, Sudan ini selain menjadi ketua bidang keilmuan Majma Shufi Amm, juga merupakan dosen partisipan Studi Islam di Institut Maarij Amman, Jordan.

Beliau telah menerima lebih dari 100 ijazah serta riwayat kitab hadis dari ulama yang muktabarah,diantaranya : Syaikh Ali Jum’ah Mesir, Syarif Abd Razaq Mahmud Barakat yang meriwayatkan hadis Sayid Muhammad bin Alawi dan Syaikh Majdzub Mudatsir Al-Hijaz, Syaikh Abdul Adzim bin Abdul Haq Al-Makki yang meriwayatkan Hadis dari Syaikhul Hadis Zakaria Al-Kandahlawi dan Musnid Dunya Syaikh Yasin Isa Al-Fadani, Syaikh Ahmad Syafi’ (Rektor Universitas Islam Bangladesh) yang meriwayatkan Hadis dari Syaikh Husain Ahmad Madani, Syaikh Abdurrahman (Mufti Bangladesh) dari Husain Ahmad Al-Madani, Syaikh Muhammad Ali (Turki) dari An-Nabhani, Syaikh Muhammad Abdul Malik Al-Kamla’I dari Syaikh Abdul Fattah Abu Gidah, Dr. Yusri Rushdi Jabr dari Abdullah Al-Ghimari, dan Syaikh Muhammad Yahya Al-Kittani.//(Ilman)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here