Mengenang tauladan Nabi Muhammad, NU Sudan gelar maulid di KBRI

0
43
views

PCINUSUDAN.COM-Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Sudan mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 H di Aula Serba Guna KBRI Khartoum pada Jum’at (15/11). Acara ini merupakan bagian dari program kerja Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Sudan dalam setiap periode yang disertakan dengan pengajian Al-Hijrah, yaitu pengajian rutin yang ditujukan kepada semua santri NU dan bapak-bapak beserta ibu-ibu WNI (Warga Negara Indonesia) di Sudan.

Turut hadir sebagai tamu undangan Duta Besar Republik Indonesia untuk Sudan dan Eritrea bapak Drs. Rossalis Rusman Adenan, MBA beserta istri dan bapak Muhammad Kamal selaku home staff KBRI Khartoum. Dan dihadiri oleh bapak-bapak dan ibu-ibu dari P2MI (Persatuan Pekerja Migran Indonesia) dan santri-santri NU Sudan.

Acara tersebut dimulai dengan pembacaan Maulid Nabi oleh Jam’iyyah Syifaul Qulub (JSQ), grup hadroh PCINU Sudan. Dan dilanjutkan sambutan yang disampaikan oleh Ustadz Eri Prasetyanto.B.Sh selaku ketua Tanfidziyah yang mana beliau menyampaikan betapa pentingnya pengadaan acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kiai Ribut Nur Huda.MA dalam Mauidhohnya mengingatkan wajibnya mensyukuri nikmat sehat yang telah diberikan Allah kepada kita. “Kita semua disini jangan lupa mensyukuri nikmat sehat, kalau tidak sehat tidak mungkin kita bisa menghadiri pengajian di KBRI ini,” ujarnya.

Lebih lanjut beliau mengajak para jama’ah Al-Hijrah mengucapkan niat

“بسم الله الرحمن الرحيم نويت الشكر لله تعالى على ولادة هذا النبي الكريم صلى الله عليه وسلم في الشهر الشريف”

“Mengapa Nabi Muhammad SAW diperingati hari lahirnya sedangkan para ulama diperingati hari wafatnya? Karena Nabi Muhammad diketahui baik buruknya sejak lahir sedangkan para ulama diketahui baik buruknya ketika wafat bukan sejak lahir, contohnya seperti Sayyidina Umar bin Khattab yang dulunya adalah seorang preman tapi setelah masuk islam beliau menjadi alim dan mufti bagi umat Islam,” terang beliau ketika menjelaskan kenapa Nabi Muhammad SAW diperingati hari lahirnya.

“Nabi Muhammad SAW lahir dan wafat di hari yang sama yaitu hari Senin 12 Robi’ul Awal. Sehingga Rosulullah pernah ditanya sahabat mengapa beliau berpuasa di hari Senin. Beliau menjawab karena hari Senin itu hari dimana aku dilahirkan. Nah dari cerita ini bagi orang yang cerdas dan mengerti menyimpulkan bahwa Nabi Muhammad sendiri memuliakan hari kelahirannya,” lanjutnya.

Di akhir Mauidhohnya beliau menyampaikan pesan kepada para Jama’ah Al-Hijrah “Maka kita harus turut berbahagia dengan keberadaan beliau diantaranya di zaman ini dengan cara mengadakan peringatan Maulid Nabi dan membaca biografi Rosulullah,” ujarnya.

Bapak Drs. Rossalis Rusman Adenan, MBA di dalam sambutannya menghimbau kepada para jama’ah Al-Hijrah untuk senantiasa mempererat kesatuan dan persatuan, menghormati hukum dan aturan yang berlaku di Indonesia maupun Sudan, menjaga diri dari hal-hal yang dapat membahayakan keselamatan, dan menjaga nama baik Indonesia di mata pemerintah maupun masyarakat Sudan.

Acara sore hari itu ditutup dengan doa yang dipimpin oleh K.H Muhammad Akhyaruddin.B.Sh selaku Rois Suriah PCINU Sudan dan dilanjutkan sholat Maghrib berjama’ah.(ilman/lukman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here