Kader Nahdliyyin di Sudan, LPQNU Adakan Dauroh Hifdzi Al-Qur’an Selama Sebulan

0
70
views

Khartoum, PCINUSUDAN.COM – Lembaga Pengkajian Al-Qur’an Nahdlatul Ulama (LPQNU) Sudan melangsungkan Dauroh Hifdzi Al-Qur’an selama sebulan.

Acara ini dimulai dengan pelepasan para peserta yang berjumlah 14 orang menuju terminal bus yang berada di daerah Syambat, Omdurman oleh Pengurus Tanfidziyah dan para santri NU Sudan pada pagi Ahad (05/01).

Acara pelepasan ini diawali dengan sambutan dan arahan dari Eri Prasetiyanto selaku Ketua Tanfidziyah. Ia menekankan tentang niat dan tujuan dari para peserta dalam mengikuti dauroh ini yaitu menghafal Al-Qur’an.

“Ingat, disana kalian niatkan hanya untuk satu, yaitu untuk menghafalkan Al-Qur’an. Karna disana tempatnya sangat mendukung untuk kalian menghafalkan Al-Qur’an”, kata Eri.

Dauroh yang diketuai oleh Ilman Maulana ini dilaksanakan di Khalawi Syekh Ahmad al-Ja’li di desa Kadabas yang letaknya kurang lebih 387 km sebelah Utara Ibukota Khartoum, Sudan.

Achmad Fauzi sebagai ketua LPQNU Sudan juga turut ikut dan bertanggung jawab penuh atas dauroh ini.

“Dauroh Hifdzi Al-Qur’an ke-4 kali ini merupakan bentuk keseriusan LPQNU Sudan dalam mengkader dan mengembangkan potensi tanfidz di lingkungan NU Sudan,” kata Fauzi.

Dauroh ini diisi dengan beberapa kegiatan seperti menambah hafalan baru, memurojaah hafalan dan kegiatan lainnya.

Dalam hal tersebut murojaah hafalan adalah agenda yang paling diprioritaskan dalam dauroh kali ini. Pasalnya murojaah merupakan makanan sehari-hari bagi para peserta karena bagi penghafal Al-Qur’an tidak ada rasa lelah dan bosan, yang ada hanyalah rasa cinta dan kedekatannya dengan Al-Qur’an.

Agenda tersebut dilaksanakan dengan cara mengulang-ulang hafalan bersama temannya masing-masing dua orang setelah shalat Asar dan Maghrib.

“murojaahnya sehari dua kali baik itu surah-surah yang baru saja disetorkan maupun juz yang sudah mereka hafalkan,” kata Fauzi.

Di waktu senggang para peserta dauroh ini melakukan ziarah ke makam para wali di daerah setempat, diantaranya makam Syekh Ahmad al-Ja’li, pendiri tariqat Qadiriyah al-Ja’liyah di Sudan sekaligus pendiri khalawi dan juga Syaikh Muhammad al-Ja’li serta Syekh Qasim bin Syeikh Muhammad al-Jali yang terletak tak jauh dari tempat para peserta menyetorkan hafalannya, beliau-beliau tak lain merupakan Khalifah Tariqat Qadiriyah al-Ja’liyah Sudan dan merupakan keturunan pendiri tariqat tersebut.

Tak hanya berziarah, para peserta dauroh juga mengunjungi Khalawi tempat khalwah atau semacam pondok pesantren yang menampung para santri yang menghafal Al-Qur’an, tempat-tempat seperti ini banyak ditemukan di daerah-daerah terpencil yang jauh dari keramaian.

Salah satu dari Khalawi tertua di Sudan yaitu Khalawi Al-Ghubs terletak di Provinsi Nahr Nil dibangun pada abad 10 Hijriyah oleh Syekh Quthubul Faqih Abdullah al-Aghbasy, diketahui dengan bukti sejarah yang tersimpan dalam museum yang terdapat di Khalawi tersebut. Maka tak heran banyak para peziarah yang datang untuk mengunjunginya baik warga lokal maupun mancanegara seperti yang dilakukan oleh para peserta dauroh hifdzi al-qur’an ke-4 ini yang melakukan dauroh di Khalawi Syekh Ahmad al-Ja’li Kadabas.

Acara dauroh ini ditutup dengan ceremonial penutupan pada Ahad (02/02). Acara penutupan ini diawali dengan pembukaan oleh MC, pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh saudara Riandi Pratama dan dilanjutkan dengan sambutan oleh Ahmad Fauzi selaku Ketua LPQ NU Sudan, dan Wakil Tanfidziyah PCINU Sudan, M. Syaiful Hidayat. Kemudian dilanjutkan dengan mauidhoh dari Syekh Muhammad al-Kidhir. Di akhir mauidzohnya beliau mengucapkan banyak terimakasih.

“Segala sesuatu yang telah kalian lakukan disini menunjukkan kecintaan kalian pada tempat ini, ini tempat kalian, kapan pun kalian ingin berkunjung Khalawi ini sangat terbuka untuk kalian,” pesannya.

Acara ini diakhiri dengan penyerahan penghargaan kepada Khalawi / pondok pesantren dan juga kepada Syekh Muhammad al-Kidhir, selaku Mudir Khalawi.Acara penutupan tersebut sekaligus sebagai rasa terimakasih dan juga perpisahan karna akan dilakukannya pemulangan para peserta dauroh pada keesokan pagi harinya. //Ahmad

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here