Kongkow LESBUMI: Hakam Mabruri, Pesepeda Melintasi 14 Negara di Benua Afrika

0
69
views
Hakam Mabruri, alumni Pondok Pesantren An Nur 2 Bululawang, Malang bersepeda menjelajahi 14 Negara di Benua Afrika
Hakam Mabruri, alumni Pondok Pesantren An Nur 2 Bululawang, Malang bersepeda menjelajahi 14 Negara di Benua Afrika

Khartoum, PCINUSUDAN.COM – Kamis (13/02/2020). Lembaga NU di Afrika yaitu LESBUMI  Sudan (Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia di Sudan) telah mengadakan acara kongkow bersama Hakam Mabruri, penjelajah 14 Negara di benua Afrika dengan bersepeda.

Baginya, bersepeda bukanlah alat untuk olahraga, melainkan alat untuk melatik kesabaran. Sebenarnya, ia bisa saja mengendarai motor karena tentunya lebih cepat dan tidak membutuhkan banyak pengeluaran daripada bersepeda, tetapi hal tersebut tidak dilakukannya karena kurang bisa mengolah kesabarannya.

Pengalaman yang sudah dilaluinya adalah Holy Journey 1, yaitu umroh bersama istrinya dengan bersepeda pada tahun 2018 rute Malang – Makkah yang melintasi 7 Negara (Indonesia – Malaysia – Thailand – Myanmar – India – Yordania – Mesir – Arab Saudi) dengan misi “Muslim For Peace”.

Holy Journey 2 dilaksanakan pada tahun ini, tahun 2020 rute Mesir – Afrika Selatan yang melintasi 14 Negara (Mesir – Sudan – Ethiopia – Kenya – Uganda – Rwanda – Tanzania – Mozambik – Malawi – Zambi – Zimbabwe – Bostwana – Namibia – Afrika Selatan) dengan membawa misi yang saama, “Muslim For Peace”.

Holy Journey berarti perjalanan suci. Perjalanan ini bertujuan untuk mengumpulkan dana dari penjualan Merchandise yang akan dibelikan inkubator bayi (alat yang dibutuhkan bayi premature) bagi orang-orang miskin di Indonesia. Hal ini dikarenakan pengalamannya, bayinya premature dan membutuhkan dana sebanyak 2 juta rupiah, tetapi posisi sedang tidak punya uang sama sekali.

Penyerahan kenang-kenangan oleh LESBUMI pada acara Kongkow bersama Hakam Mabruri, pesepeda melintasi 14 Negara di Benua Afrika.
Penyerahan kenang-kenangan oleh LESBUMI pada acara Kongkow bersama Hakam Mabruri, pesepeda melintasi 14 Negara di Benua Afrika.

 “Saya adalah pemimpi besar. Walaupun saya tidak mempunyai uang, tetapi saya mempunyai mimpi-mimpi besar,” kata pria asal Malang ini.
“Terus terang ketika saya berangkat, saya tidak mempunyai uang. Dana itu terkumpul sendirinya karena saya mempunyai niat. Tinggal berangkat saja, ada saja rejeki nantinya. Terkadang juga saya dapatkan dari sponsor-sponsor. Selebihnya, berdo’a saja meminta kepada Allah. Saya juga tidak berharap lebih kepada KBRI, takutnya tamak, tetapi saya berprinsip jangan mengejar duit, biarla duit yang mengejar saya. Dari situlah sponsor berdatangan,” imbuhnya.

Baca Juga: Bersepeda Menjelajahi benua Afrika, Hakam Mabruri Disambut Santri NU Sudan

Tentunya, sebelum berangkat ia sudah mempersiapkan segalanya dengan baik. Persiapannya pun sekitar satu bulan, seperti makanan, ia menghitung atau memperkirakan jarak terlebih dahulu. Berapa banyak yang ia butuhkan, ia persiapkan dengan berbelanja sebelumnya. Ia juga tidak pernah memposisikan tersesat. Tidak pernah tersesat, hanya saja, sering berubah posisi dari rute yang diperkirakan sebelumnya. Untuk penginapan, seperti hotel terkadang ia juga membutuhkannya, tetapi penginapan murah. Seringnya, ia lebih memilih mendirikan tenda sendiri untuk istirahat malamnya demi menghemat uang. Bahasa interaksinya pun hanya “berusaha memahami” karena sebelumnya ia belum ada pembekalan bahasa internasional, seperti bahasa inggris dan bahasa arab. Berusaha memahami atau saling memahami membuatnya mudah dalam berinteraksi dengan orang-orang di berbagai negara. Banyak kosa kata baru yang ia dapatkan saat singgah di tiap negara.

“Paling berkesan bagi saya adalah Negeri Sudan karena saya bisa camping dimana-mana ketika di Sudan,” jawabnya dengan tertawa.

Titik terendah baginya adalah ketika berhenti di gurun dan tidak ada sinyal disana. Ia hanya bisa menonton video-video anaknya yang akhirnya membuatnya semakin rindu dan sedih hingga meneteskan air mata.

“Apapun yang terjadi, semua itu akan berjalan sendirinya dan yang membuat hati gagal untuk melakukan adalah banyak kekhawatiran. Kendala tidak akan menghentikan langkahmu tetapi kekhawatiranlah yang akan menghentikan langkahmu,” Closing Statement yang diucapnya pada acara LESBUMI, lembaga NU di Afrika di Aula Wisma PCINU Sudan yang kemudian dilanjut dengan foto bersama.

Selama perjalanan bersepeda di Afrika, Hakam Mabruri menceritakannya melalui IG pribadinya @hakammabruri dan Channel Youtubenya, Hakam Mabruri Official.   

(Luthfiana)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here