Nguri-nguri Budaya Santri, PCINU Sudan Adakan Bahtsul Masail

0
97
views

Khartoum, PCINUSUDAN.COM – Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Sudan melalui Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU Sudan menyelenggarakan acara Bahtsul Masail dalam rangka memeriahkan Harlah NU ke-94 pada Sabtu (08/02/2020) di Wisma PCINU Sudan, Khartoum.

Acara tersebut dimaksud untuk mencari solusi hukum atas problematika yang tengah terjadi di zaman modern ini. Adapun permasalahan-permasalahan yang dibahas adalah kaos bergambar Ulama, konflik AS-Iran, transaksi mandub, dan konflik Natuna.

Adapun peserta yang menghadirinya adalah perwakilan setiap lembaga PCINU Sudan, angkatan mahasiswa-mahasiswi PCINU Sudan, dan tamu undangan organisasi lain di luar PCINU Sudan. Dihadiri pula perwakilan jajaran dewan Syuriyah dan Tanfidziyah.

Kiai Muhammad Akhyaruddin dan Kiai Ahmad Faridi ditunjuk sebagai mushohih. Kiai Eri Prasetiyanto, Kiai Chafidzul Umam, Kiai Choirul Umam, dan Kiai Dzakwanul Faqih ditunjuk sebagai muharrir (perumus). Sedangkan Ustadz Abdurrokhim ditunjuk sebagai moderator pada saat itu.

Ketua panitia Harlah NU ke-94, Muhammad syahiduddin dalam sambutanya menyampaikan ungkapan terimakasihnya kepada warga NU Sudan yang telah memeriahkan Harlah NU ke-94 pada tahun ini.

“Saya ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya kepada teman-teman semua yang telah memeriahkan kegiatan-kegiatan Harlah NU ke-94 pada tahun ini. Dan pada hari ini kita melaksanakan Bahtsul Masail. Para sahabat adalah golongan yang hidup pada sebaik-baik kurun. Mereka mendapat ilmu langsung dari Rasulullah SAW. Meski begitu, mereka tetap bermusyawarah ketika akan memutuskan suatu hal,” terangnya.

“Jika permasalahan diputuskan tanpa melalui musyawarah, keputusan akan cenderung subyektif dan kurang relevan. Dengan bermusyawarah, akan teradopsi keputusan-keputusan yang lebih mashlahah (bijak),” lanjutnya.

Ustadz Eri Prasetiyanto selaku ketua Tanfidziyah PCINU Sudan menyampaikan beberapa hal yang berhubungan dengan bahtsul masail serta beliau mengungkapkan terimakasih dan harapannya dengan adanya acara ini.

“Alhamdulillah pada pagi hari ini saya merasakan dan mengenang suasana khas pesantren di PCINU Sudan. Yang kedua, bahtsul masail merupakan tanggung-jawab keilmuwan kita kepada problematika masyarakat, maka dari itu marilah sama-sama kita cari solusinya,” ujarnya.

“Selanjutnya kami berterimakasih kepada segenap panitia yang telah menyelenggarakan acara ini, para peserta, dan para tamu undangan yang telah hadir. Semoga acara ini bisa membawa manfaat kepada kita semua,” lanjutnya.

Para peserta bahtsul masail mulai pukul 10.45 CAT hingga pukul 18.30 CAT sangat antusias dalam menyampaikan pikiran dan pemahamannya disertai ibarot-ibarot dari kitab yang mereka kaji.

“Bahtsul Masaiil yang diselenggarakan oleh Lakpesdam NU Sudan pada tahun ini disambut dengan antusias dan semangat. Sebagian pembahasan yang dikaji hingga pada pemikiran Madzahib al-Arba’ah merupakan bentuk prestasi yang tinggi. Berbeda halnya yang hanya melihat dari satu Madzhab Saja,” ujar Kiai Ahmad Faridi, mushohih Bahtsul Masail PCINU Sudan pada tahun ini.

(Lukman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here