Perkembangan Bahasa Arab

0
109
views
Gambar: www.tes.com

Bahasa Arab mengalami perkembangan dalam beberapa periode, antara lain:

1. Periode Jahiliyah, munculnya standarisari nilai-nilai pembentukan bahasa Arab Fusha dengan adanya beberapa kegiatan yang telah menjadi tradisi masyarakat Makah, berupa festival syair-syair Arab di pasar Ukaz, Majanah, Zul Majah, sehingga mendorong tersiar dan meluasnya bahasa Arab, yang pada akhirnya kegiatan tersebut dapat membentuk standarisasi bahasa Arab Fusha dan kesusasteraannya.

2. Periode Permulaan Islam, turunnya Al-Quran dengan membawa kosa-kata baru dengan jumlah yang luar biasa banyaknya menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa yang sempurma baik dalam kosa-kata, makna, gramatikal dan ilmu lainnya. Hingga perluasan wilayah-wilayah kekuasaan Islam sampai berdirinya Daulah Umayyah. Setelah kekuasaan Islam berkembang, orang-orang Islam Arab pindah ke negeri baru, sampai masa Khulafa Ar-Rasyidin.

3. Periode Bani Umayyah, terjadinya percampuran orang-orang Arab dengan penduduk asli akibat logis dari perluasan wilayah Islam. Adanya upaya-upaya orang Arab untuk menyebarkan bahasa Arab ke wilayah melalui akspansi yang beradab. Melakukan Arabisasi dalam berbagai kehidupan, sehingga penduduk asli mempelajari bahasa Arab sebagai bahasa agama dan pergaulan.

4. Periode Bani Abbasiyah, pemerintahan Abbasiyah berprinsip bahwa kejayaan pemerintahannya sangat tergantung kepada kemajuan agama Islam dan bahasa Arab. Kemajuan agama Islam dipertahankan dengan melakukan pembedahan Al-Quran terhadap cabang-cabang disiplin ilmu pengetahuan baik ilmu agama ataupun ilmu pengetahuan lainnya. Bahasa Arab Baduwi yang bersifat alamiah ini tetap dipertahankan dan dipandang sebagai bahasa yang bermutu tinggi dan murni yang harus dikuasai oleh para keturunan Bani Abbas. Pada abad ke-4 H bahasa Arab fusha menjadi bahasa tulisan untuk keperluan administrasi, kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan bahasa Arab mulai dipelajari melalui buku-buku, sehingga bahasa Fusha berkembang dan meluas.

5. Periode Sesudah Abad ke-5 H, bahasa Arab tidak lagi menjadi bahasa politik dan adminisrasi pemerintahan, tetapi hanya menjadi bahasa agama. Hal ini terjadi setelah dunia Arab terpecah dan diperintah oleh penguasa politik non Arab (Bani Saljuk) yang mendeklarasikan bahasa Persia sebagai bahasa resmi negara Islam di bagian timur. Sementara Turki Usmani (Khilafah Ustmani) yang menguasai dunia Arab yang lainnya mendeklarasikan bahwa bahasa Turki sebagai bahasa administrasi pemerintahan. Sejak saat itu sampai abad ke-7 H bahasa Arab semakin terdesak.

6. Periode bahasa Arab di zaman baru, kebangkitan bahasa Arab yang dilandasi dengan upaya pengembangan oleh kaum intelektual Mesir. Dengan ciri-ciri:

a). Bahasa Arab sebagai bahasa pengantar di sekolah dan perkuliahan.

b). Munculnya gerakan menghidupkan warisan budaya lama dan menghidupkan penggunaan kosa kata asli dari bahasa Fusha.

c). Adanya gerakan yang mendorong penerbitan dan percetakan di negara-negara Arab, juga mencetak kembali buku-buku sastra Arab dari segala zaman dalam jumlah massif, begitupun penerbitan buku-buku dan berbagai kamus bahasa Arab.

Penulis: Nurul Dico Hudani Utomo

Sumber: Ahmad Izzan, “Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab”, cet. III, Humaniora, (Bandung: 2009) hlm.15-44.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here