Lima Hal yang Menjadi Fokus Tuk Hadapi Ramadan Kali Ini

0
46
views
Gambar: thejakartapost.com

Marhaban ya Ramadhan, marhaban syahro shiyam. Kalimat ini sering kita dengar di televisi, majelis-majelis ilmu bahkan lingkungan sekitar kita jika akan datangnya bulan yang mulia ini. Bulan yang mana setan-setan dibelenggu agar tak dapat menggoda manusia, bulan dimana dibukakan luas pintu-pintu surga, bulan yang mana diturunannya kitab suci umat Islam dan bulan yang mana kita diperintahkan untuk menahan hawa nafsu, lapar dan dahaga. Ya, bulan Ramadan itulah namanya, yang selalu menjadi harapan kaum muslim untuk dapat dipertemukan dengannya lagi dan lagi dengan memanjatkan doa kepada Ilahi أللهم بلغنا رمضان. Di bulan inilah pahala atas amal saleh yang kita kerjakan dilipat gandakan dan seluruh umat Islam berbondong-bondong mengerjakan amal kebajikan demi memperoleh balasan yang Allah janjikan. Maka dari itu seberapa siapkah kita menyambut datangnya bulan mulia ini?

Beda zaman beda cerita. Ramadan kali ini tentu sangat berbeda dari Ramadan sebelum-sebelumnya, pada Ramadan kali ini kita dituntut untuk memiliki kesabaran esktra tiga kali lipat karena pandemi yang sedang menyebar di seluruh belahan dunia. Allah itu Maha Adil, Dia ingin semua hamba-Nya yang berada di belahan bumi manapun merasakan nikmat maupun cobaan yang sama, dengan adanya pandemi ini seluruh masyarakat diminta untuk menjaga jarak satu sama lain, lebih memperhatikan kebersihan badan dan lingkungan serta dihimbau untuk tidak bepergian keluar rumah kecuali dalam keadaan mendesak dan darurat, yang mana hal ini lebih dikenal dengan istilah lockdown dan quarantine. Tidak dipungkiri bahwa dengan adanya penerapan lockdown dan quarantine ini gerak dan aktifitas kita sehari-hari menjadi terbatas, lantas patutkah kita bersedih atas apa yang telah terjadi?

Allah berfirman:

لإن شكرتم لأزيدنكم ولإن كفرتم إن عذابي لشديد,

yang artinya: “Jika kalian bersyukur akan Aku tambah nikmat-Ku atas kalian dan jika kalian ingkar, maka azab-Ku sangat pedih”.

Maka dari itu dengan adanya pandemi ini kita diajak untuk lebih bersyukur dalam menerima segala sesuatu yang Allah berikan, dengan harapan semoga pandemi ini segera berakhir dan kita semua dapat menjalani aktifitas seperti sedia kala.

Modal utama dalam mempersiapkan Ramadan

Ada dua modal utama yang telah Allah berikan kepada kita untuk mempersiapkan diri menyambut datangnya bulan suci Ramadan, apa saja kah itu? “Nikmat iman dan sehat adalah modal utama untuk bekal jualan kita dihadapan Allah” (Nina Mariana, B. A). Dua nikmat yang selalu Allah berikan pada kita setiap harinya yaitu iman dan kesehatan, tanpa iman sanggupkah kita akan hidup dengan beribadah sampat saat ini? Tanpa kesehatan, akan maksimalkah ibadah kita selama ini? Iman dan kesehatan adalah dua nikmat yang tak terpisahkan, maka gunakanlah keduanya secara bersamaan sebagai modal utama kita dalam menyambut bulan Ramadan ini, ditambah lagi kondisi saat ini yang sangat menganjurkan kita untuk menjaga kesehatan demi menangkal pandemi yang sedang menyebar luas di berbagai belahan bumi ini.

Badan yang sehat dapat menjadi sarana untuk beribadah, dalam badan yang sehat pula terdapat nikmat Allah yang tak terhingga jumlahnya untuk kita beribadah yang mana dalam alquran Allah berfirman: و ما خلقت الجن و الإنس إلا ليعبدون yang artinya, “Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah”. Allah menciptakan manusia untuk beribadah kepada-Nya dan untuk memaksimalkan ibadah tersebut dibutuhkan tubuh yang sehat dan kuat, karena dengan tubuh yang sehat ibadah kita akin lancar dan dapat menjadi salah satu sarana untuk mempertebal keimanan kita dan sebagai bekal di akhirat kelak.

Tiga hal yang menjadi fokus pada bulan Ramadan

Ibadah adalah suatu hal yang wajib dilakukan bagi para pemeluk agama. Agama Budha, Hindu dan Khatolik dengan peribadatan mereka masing-masing, begitu pula Islam sebagai sebuah ajaran yang dibawakan oleh nabi akhir zaman, Nabi Muhammad SAW yang memiliki berbagai jenis ibadah yang mana memilki tujuan untuk mempertebal keimanan dan sebagai bekal di akhirat nanti. Seperti yang kita ketahui bahwa ada berbagai macam ibadah yang ada dalam ajaran Islam seperti; shalat, puasa, zakat, dzikir, membaca, menghafal dan men-tadabbur-i kitab suci al-quran, i’tikaf di masjid, sedekah, infak dan masih banyak lainnya. Lalu dalam rangka menyambut bulan mulia bulan Ramadan ini, ibadah apakah sebenarnya yang harus diutamakan?

Syahru shiyam (bulan puasa) yang menjadi julukan bulan Ramadan seperti yang kita ketahui, maka ibadah utama yang dimaksudkan disini adalah ibadah puasa. Puasa adalah suatu ibadah yang mana selama mengerjakannya kita diwajibkan untuk menahan lapar dan dahaga, bukan hanya menahan dan dahaga tetapi kita juga dianjurkan untuk melawan hawa nafsu yang ada pada diri kita seperti amarah dan hasrat untuk melakukan perbuatan buruk. Telah kita ketahui bahwa pada bulan yang mulia ini setan-setan dibelenggu agar tidak dapat mengganggu manusia, selanjutnya poinnya disini adalah tidak ada hawa nafsu yang ditimbulkan dari hasil godaan setan melainkan hal itu timbul dari diri kita sendiri, maka dari itu kita harus pandai untuk mengontrol hawa nafsu kita pada bulan Ramadan ini, bukan hanya dari segi lapar dan dahaga saja melainkan emosional juga patut menjadi perhatian didalam penerapannya.

Selain terkenal dengan julukannya syahru shiyam, bulan Ramadan juga memilki julukan pada satu malam didalamnya yang biasa dijuluki dengan “malam seribu bulan” yang mana pada malam itu diturunkannya kitab suci umat Islam (Al-quran) sebagai petunjuk dan pembeda kabajikan dan kebatilan. Maka dapat disimpulkan bahwa pada bulan Ramadan ini kita dianjurkan untuk memperbanyak membaca Al-quran karena pada bulan Ramadan ini adalah bulan diturunkannya kitab suci kita. Tidak hanya membaca Al-quran, di bulan ini kita juga dianjurkan untuk memperbanyak bacaan dzikir untuk mendekatkan diri kepada Allah.

“Berbagi kebaikan di bulan penuh berkah,” istilah seperti ini juga banyak kita temui di bulan Ramadan yang mana pada bulan ini kita juga dianjurkan untuk saling berbagi dalam segala hal kebaikan, misal seperti berbagi takjil dan makanan ketika sahur, berbagi harta kepada yang membutuhkan dan lain sebagainya. Maka, selain berpuasa, memperbanyak bacaan al-quran dan dzikir, kita juga dianjurkan untuk sering berbagi kebaikan kepada sesama di bulan mulia ini. Karena dengan berbagi, kita telah memberikan hak-hak rezeki seseorang yang sebenarnya Allah titipkan pada kita dan dalam rezeki kita itu bukan hanya milik kita semata, tetapi ada sebagian hak rezeki orang lain yang dititipkan pada kita.

Dari semua tulisan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa pada bulan Ramadan ini pahala dari amal perbuatan kebaikan kita dilipat gandakan, pintu-pintu surga dibuka dan para setan dibelenggu agar tidak dapat mengganggu manusia. Untuk memaksimalkan ibadah kita pada bulan Ramadan ini diperlukan keimanan dan kesehatan yang kuat sebagai sarana mencapai tujuan ibadah itu sendiri, terlebih kesehatan menjadi perhatian khusus untuk kita pada situasi pandemi saat ini. Banyak ibadah yang bisa kita lakukan selama bulan Ramadan ini, tetapi ada beberapa ibadah yang menjadi fokus kita untuk dilakukan sepert; berpuasa, membaca Al-quran dan dzikir serta berbagi kepada sesama.

Jadikan pandemi yang kita alami saat ini adalah ladang pelajaran untuk menambah syukur dan sabar. Semoga pada Ramadan kali ini, kita dapat memanfaatkan ladang pahala dengan sebaik-baiknya dan dapat bertemu kembali pada Ramadan selanjutnya. Aamiin.

Penulis: Laili Maya Ramadani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here