PCINU Sudan; Sejarah, Legalitas, dan Hal yang Perlu Diketahui Generasi Milenial

0
136
views
PCINU Sudan; Sejarah, Legalitas, dan Hal yang Perlu Diketahui Generasi Milenial
PCINU Sudan; Sejarah, Legalitas, dan Hal yang Perlu Diketahui Generasi Milenial

Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Sudan didirikan pada tanggal 1 Muharam 1420 H bertepatan dengan 6 April 2000 M bertempat di Masjid Agung Khartoum Sudan dengan keputusan Bapak Dr. H. Ahmad Sayuti Anshori Nasution, MA sebagai Rais Syuriyah dan Bapak H. Muhammad Sangid, MA sebagai Ketua Tanfidziyah PCINU Sudan periode 2000-2001 M.

Pada tanggal 23 Januari 2002 M, NU Khartoum Sudan diresmikan sebagai “PCINU SUDAN” di Wisma Duta Besar RI Khartoum Sudan untuk waktu yang tak terbatas melalui Surat Keputusan PBNU, yang saat itu Ketua Umum PBNU ialah KH. Ahmad Hasyim Muzadi kemudian beberapa pengurus PBNU berkunjung ke Sudan dan meresmikan berdirinya PCINU Sudan dengan disaksikan langsung oleh Prof. Dr. KH. Said Agil Munawar, MA (Katib ‘Aam PBNU yang juga menjabat sebagai menteri agama pada saat itu).

Setelah NU Khartoum Sudan diresmikan menjadi PCINU Sudan, PCINU Sudan mendapat pengakuan resmi dan terdaftar di bawah perlindungan Kementerian Irsyad dan Wakaf Sudan pada tanggal 23 September 2007 M. Pada saat itu, PCINU Sudan dipimpin oleh Bapak H. Muhammad Amiruddin, MA sebagai Rais Syuriyah dan Bapak H. Mirwan Akhmad Taufiq, BA sebagai Ketua Tanfidziyah.

Berdirinya PCINU Sudan tidak lepas dari kebutuhan untuk belajar berorganisasi, berdakwah, dan bermasyarakat meskipun banyak tantangan dan rintangan baik dari dalam dan dari luar. Bahkan saat itu ada sebagian kelompok yang menginginkan agar NU tidak berdiri di Sudan. Akan tetapi, berkat rahmat dan pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala, PCINU Sudan tetap eksis sampai sekarang.

Baca Juga: Mendalami Wawasan Keilmuan, PCINU Sudan Adakan Safari Ilmiah dan Kuliah Al-Qur’an

Pada saat awal berdirinya, PCINU Sudan tidaklah seperti sekarang ini. Bahkan pada masa tersebut, jumlah mahasiswa Indonesia di Sudan hanya sekitar 30-40 mahasiswa saja. Sangat jauh bila dibandingkan dengan masa sekarang yang mencapai lebih dari seribu mahasiswa aktif menuntut ilmu di negeri yang memiliki julukan Negeri Seribu Darwis dan Negeri Dua Nil ini. Begitu juga organisasi kemahasiswaan Indonesia di masa tersebut, tidak ditemukan organisasi apapun selain organisasi PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) Sudan. Namun pada masa itu, tidak sedikit mahasiswa yang memiliki beragam warna dalam ideologi berbeda.

Maka dengan misi dan ideologi yang sama, Bapak Erwin Suhandi dan empat teman sejawatnya memutuskan untuk membentuk organisasi Nahdlatul Ulama di Sudan. Bahkan mereka sampai memutuskan untuk studi banding ke PCINU Mesir untuk menyempurnakan NU Khartoum Sudan yang baru seumur jagung berdiri. Berkat jasa-jasa beliau inilah, pemikiran, budaya, dan ajaran dari Hadlaratussyekh Hasyim Asy’ari dapat berkembang dan lestari di negara yang berbatasan dengan Mesir dan Arab Saudi ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here