PRESS RELEASE Pembacaan Maulid Nabi al-Barzanji; Harmoni Cinta Nahdliyyin dari Berbagai Negara

0
168
views
Pembacaan Maulid Nabi al-Barzanji

PCINUSUDAN.COM – Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Sudan melaksanakan agenda Sudan Bershalawat, Pembacaan Maulid Nabi al-Barzanji dan Muhadharah ‘Am bersama Syekh ‘Awadl al Karim Utsman al-Aqli pada Sabtu (24/10) di auditorium INDIMI Faculty of Minerals and Petroleum Universitas Internasional Afrika. Agenda ini merupakan salah satu rangkaian acara Hari Santri Nasional PCINU Sudan 2020 yang bertujuan untuk lebih membumikan tradisi Nahdliyyin di Negeri Seribu Darwis.

Pada kesempatan kali ini, turut hadir Ketua Bid. Keilmuan Majma’ Shufi Sudan yang juga merupakan Mustasyar PCINU Sudan; Syekh ‘Awadl Karim Utsman al-Aqli, Duta Besar Republik Indonesia untuk Sudan dan Eriteria Drs. Rossalis Rusman Adenan M,BE., beserta para staf KBRI, Perwakilan Atase Keagamaan Kedutaan Turki; Dr. Ahmad Bayazid, Ketua Almamater Pondok Pesantren di Sudan, PPI Sudan, PPPI Sudan, BEM IMI, Jam’iyyah Ahbabur Rasul dari Nigeria dan Ketua Pelajar International University of Africa dari berbagai negara.

Antusiasme hadirin tidak hanya datang dari kalangan Mahasiswa Indonesia saja, ratusan Mahasiswa dari berbagai negara seperti Somalia, Filipina, Thailand, Chad, Tanzania, Nigeria, Yaman, Turki, Malaysia, serta beberapa WNI yang berdomisili di Sudan turut hadir. Grup Hadhrah khas pesantren Jam’iyyah Syifa’ul Qulub (JSQ) kebanggaan PCINU Sudan berhasil menyita perhatian ratusan para jemaah yang hadir sehingga membuat mereka tenggelam dalam lantunan shalawat dan pembacaan Maulid Nabi al-Barzanji karangan Syekh Ja’far bin Husen bin ‘Abd al-Karim al – Barzanji.

Dalam kesempatan kali ini, Jazlie Huda Syarbones selaku Ketua Panitia menghaturkan beribu terimakasih kepada para hadirin dan berbagai pihak yang telah membantu dalam menyukseskan acara ini. Selain bertujuan untuk mengenang kelahiran Baginda Nabi Muhammad, Jazlie juga mengenalkan jam’iyyah Nahdlatul Ulama kepada para khalayak “Jam’iyyah Nahdlatul Ulama merupakan organisasi keagamaan yang didirikan oleh Hadhratus Syekh Hasyim Asy’ari pada 1926. Organisasi ini merupakan organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, yang beranggotakan kurang lebih 92 juta jiwa dan memiliki cabang di setiap wilayah di Indonesia. Berdiri dengan berasaskan tasamuh, tawazun, tawasuth, dan i’tidal”.

Hari Santri Nasional di resmikan oleh Presiden Joko Widodo berdasarkan keputusan Nomor 22 pada 15 Oktober tahun 2015 , yang merujuk pada peristiwa bersejarah yakni seruan yang dibacakan oleh pahlawan nasional Hadhratus Syekh Hasyim Asy’ari. “Santri memiliki peran penting dalam sejarah kemerdekaan Republik Indonesia setelah keluarnya Resolusi Jihad yang difatwakan oleh KH. Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945. Resolusi inilah yang menjadi penyemangat perjuangan para santri untuk mempertahankan NKRI dari para Sekutu Belanda yang mencoba merongrong kembali kemerdekaan bangsa. Melalui pegerakan di pesantren-pesantren dan jam’iyyah Nahdlatul Ulama-lah beliau menyemai kesadaran untuk bangkit melawan dan membebaskan diri dari penjajahan. Tepat pada 75 tahun yang lalu, 22 oktober 1945 para santri berkumpul menyatakan perjuangan dan jihad sehingga lahirlah apa yang kita kenal dengan Resolusi Jihad” tutur Moh. Hibatullah Zein (Ketua Tanfidziyah PCINU Sudan).

Dalam muhadharah-nya Syekh ‘Awadl Karim menyampaikan “Ihtifal (merayakan) juga berarti ightinam (mementingkan). Baginda Nabi memerintahkan kita untuk berpuasa hari Senin karena hari tersebut adalah hari kelahiran beliau. Beliau juga memerintahkan untuk puasa ‘Asyura karena pada hari itu terjadi peristiwa besar yakni selamatnya Nabi Musa dari kejaran tentara Fir’aun. Perayaan maulid Nabi adalah salah satu bukti cinta kita kepada beliau baginda Nabi Muhammad shallahu ‘alaihi wasallam. Hal tersebut bisa ditempuh dengan cara yang berbeda-beda, seperti berpuasa sunnah hari Senin, atau seperti yang dilakukan para Sahabat di masanya yakni berjihad fi sabilillah atau yang dilakukan para tabi’in dengan mengodifikasikan suatu fan ilmu. Ironisnya perayaan maulid Nabi seringkali dianggap bid’ah oleh beberapa golongan karena hanya membaca satu dua dalil hadis. Disini pentingnya memahami asbabul wurud sebuah hadis, perlu di pelalajari dan dikaji lebih dalam lagi agar tidak mudah membid’ahkan sebuah amalan”.

Baca: Sambutan Syekh Awadl al karim di acara pelantikan pengurus PCINU Sudan

Berbagai apresiasi dan ucapan terimakasih juga disampaikan dari berbagai pihak salah satunya dari Ya’qub Khalid (Ketua Ikatan Pelajar Yaman), “Acara ini sangat penting karena dapat mengingatkan kita pada Baginda Nabi yang Mulia Muhammad shallahu ‘alaihi wasallam. Kami atas nama Ikatan Pelajar Yaman di Sudan mengucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada PCINU Sudan yang telah menghidupkan teladan Baginda Nabi melalui acara ini. Kami berharap acara seperti ini terus diadakan setiap tahunnya,” tuturnya dalam wawancara bersama tim redaksi.

Doa dan foto bersama memungkasi acara tersebut, kemudian dilanjutkan pameran kitab Ulama Nusantara. Tidak kalah menarik, stand kuliner khas Nusantara yang di koordinir oleh Muslimat NU Sudan juga ramai diserbu pengunjung.

Pewarta: Malla H.U

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here