Studi Pemikiran Teologi Islam; Pengantar Teologi Islam (Bag.01)

1
55
views
Studi Pemikiran Teologi Islam

Mengenal, mempelajari, dan menghayati Islam pastilah diawali dari aspek akidah sebagai akar dan pondasi awal bagi agama Allah. Sejak dari sejarahnya yang mula-mula, Rasulullah gigih membangun umat, yang kemudian dilanjutkan oleh para sahabat. Upaya pembinaan oleh para sahabat dilanjutkan oleh para tabi’in dan para ulama seterusnya. Sampai akhirnya lahir cabang ilmu yang fokus membahas masalah akidah, yang populer dinamakan ilmu kalam.

Bahwa persoalan kalam sudah muncul sejak zaman Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, meski pada zaman itu belum dikenal istilah sebagaimana yang sekarang kita kenal dengan nama “ilmu kalam”. Persoalan ilmu kalam zaman Rasulullah dapat dilihat dalam bentuk ajakan Rasulallah kepada umatnya untuk bertauhid, melarang perbuatan syirik, meyakini kenabian, dan hal-hal yang berkaitan dengannya.

Sebagai sebuah disiplin keilmuan, ilmu kalam disusun sekitar dua abad setelah masa Nabi Muhammad SAW. Menurut adz-Dzahabi sebagaimana yang dituturkan oleh Muhammad Abid al Jabiri, bahwa pada tahun 143 H ulama Islam mulai membukukan Hadits, Fikih, dan Tafsir. Akan tetapi, lebih dari disiplin keilmuan lainnya, ilmu kalam sangat berkaitan erat dengan skisma dalam Islam. Oleh karena itu, kalau kita baca lagi kebelakang, ilmu kalam akan sampai pada persoalan pembunuhan khalifah Utsman bin Affan, sebuah peristiwa dalam sejarah Islam yang dikenal dengan al-fitnah al-kubra (fitnah besar). Banyak kalangan yang menyebut peristiwa ini sebagai pangkal pertumbuhan masyarakat Islam dalam berbagai bidang khususnya, sosial, politik, ekonomi, dan paham keagamaan. Maka ilmu kalam sebagai bentuk pengungkapan dan penalaran paham keagamaan juga hampir bisa secara langsung bertolak dari tragedi ini.

Secara harfiah, kata “kalam” dalam bahasa Arab berarti pembicaraan. Sementara sebagai sebuah istilah, “kalam” tidaklah dimaksudkan “pembicaraan” dalam aktual kehidupan sehari-hari, melainkan dalam pengertian pembicaraan yang bernalar yang menggunakan logika yang berkaitan dengan Tuhan. Maka ciri utama ilmu kalam adalah rasionalitas atau logika. Ini disebabkan kata-kata kalam sendiri memang dimaksudkan sebagai terjemahan kata dan istilah Yunani “Logos” yang juga berarti pembicaraan, yang dari kata itu timbullah kata logika dan logis sebagai derivasinya. Kata Yunani “Logos” juga disalin ke dalam bahasa Arab “Manthiq”, sehingga ilmu logika khususnya logika formal atau silogisme dinamakan ilmu Manthiq. Maka ilmu kalam sangat erat kaitannya dengan ilmu manthiq atau logika. Adapun kelanjutan dari istilah “Logos” adalah “Theo’’ yang bermakna Tuhan. Jadi, Theology adalah ilmu tentang ketuhanan. Dengan demikian dapat disimpulkan ilmu kalam/teologi islam adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari segala sesuatu berkaitan dengan Tuhan menggunakan logika nalar.

Cukup banyak definisi yang telah dikemukakan oleh para ahli tentang masalah akidah ini. Ibnu Khaldun misalnya, mengemukakan definisi sebagai berikut:

“Ilmu kalam adalah ilmu yang memuat diskusi-diskusi tentang akidah atau keimanan berdasarkan argumen-argumen rasional dan berisi bantahan terhadap para pelaku bid’ah yang menyimpang dari madzhab salaf dan ahl-sunnah”.

Definisi Ibnu Khaldun ini seacar eksplisit mengisyaratkan bahwa ilmu kalam muncul untuk membela paham akidah salaf dan ahl-sunnah, terkesan seakan paham yang bukan salaf dan ahl-al-sunnah dipandang menyimpang. Sehingga definisi ini sekaligus juga mengandung kesan seakan ilmu kalam tersebut lahir oleh tokoh salaf dan ahl-al-sunnah, padahal sebagaimana mayoritas ulama mengemukakan lahirnya ilmu ini dinisbatkan kepada para tokoh Mu’tazilah.

Definisi tersebut terdeteksi adanya kemiripan dengan pendefisian yang pernah diucapkan oleh filosof ternama Inggris pada abad pertengahan,, yaitu William Ockham “Theologya to be a discipline resting on revealed thurt and independent of both philoshophy and science”, yang artinya teologi merupakan sebuah disiplin ilmu yang meletakkan kebenaran wahyu lewat argumen-argumen filsafat dan ilmu pengetahuan independen.

Selain Ibnu Khaldun, salah satu ulama kontemporer yaitu Dr. Ali Jum’ah dalam kitabnya ahl-al-sunnah wa al-jama’ah mengatakan ilmu kalam adalah suatu disiplin ilmu yang dengannya kita bisa menetapkan keyakinan dalam beragama dengan cara memaparkan dalil dan membuang hal yang bersifat samar. Artinya kehidupan akan selalu yakin jika selalu memegang teguh tali ketuhanan dalam beragama, dengan percaya dalam hati mengaktualkan amal dengan iman dan bermuamalah sesuai ajaran Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadits.

Disamping nama disiplin ilmu ini adalah “ilmu kalam”, ilmu ini lazim bisa disebut pula dengan sebutan teologi Islam, ilmu tauhid, ilmu ‘aqaid, ilmu ushul al-din. Meskipun term penamaannya berbeda-beda, tetapi inti pokok pembahasannya adalah sama, yaitu wujud Allah. Apa yang dikaji dalam ilmu tauhid dan kalam menyangkut persoalan ketuhanan dengan menggunakan dalil rasional. Sehingga kita bisa mengatakan, ilmu tauhid adalah ilmu tentang keesaan Tuhan, ilmu teologi adalah ilmu tentang ketuhanan, ilmu kalam adalah ilmu dengan dalil rasional, ilmu ushul al-din adalah ajaran dasar agama, ilmu ‘aqaid adalah membahas masalah-masalah teoritis yang harus dipercayai dan diyakini didalam hati sebagai akidah agama Islam.

Next (2)Wassalam

Penulis: Muhammad Syaiful Arif

Baca Juga: Pesantren dan Kepatenan Sistem Pendidikan

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here