Bendo-Sarang: Napak Tilas Perjalanan Intelektual Kiai Sahal

0
85
views

Bendo dan Sarang merupakan 2 kata kunci untuk membaca perjalanan intelektual Kiai Sahal sebagai seorang santri yang memiliki sanad keilmuan yang kuat dengan guru-gurunya setelah menamatkan pendidikan dari Perguruan Islam Mathali’ul Falah, Kajen, Pati.

Dalam beberapa karyanya seperti Fayd al-Hija Kiai Sahal bercerita bahwa beliau pernah nyantri kepada K.H. Muhajir (Paman dari Syaikh Ihsan Jampes) Bendo, Pare, Kediri, Jawa Timur selama 4 tahun dengan mengaji beberapa kitab, diantaranya adalah: Syarh Muqaddimah al-Hadramiyyah, Fath al-Mu’in, Syarh Safinah al-Naja, Sullam Taufiq, awal-awal kitab Fath al-Wahhab, Ihya’ Ulum al-Din, Tafsir Jalalayn, dan kitab-kitab lain. Bahkan di dalam kitab al-Tsamarat al-Hajaniyyah Yai Sahal dengan jelas mengatakan bahwa beliau Khatam Ngaos Ihya’ dari awal hingga akhir kepada K.H. Muhajir.

Setelah nyantri kepada K.H. Muhajir, Kiai Sahal meneruskan perjalanan intelektualnya kepada K.H. Zubayr Dahlan, Sarang, Rembang, Jawa Tengah selama 5 tahun. Dari K.H. Zubayr Dahlan (Ayah dari K.H. Maimoen Zubayr), Kiai Sahal mengaji beberapa kitab, diantaranya adalah: Fath al-Wahhab, al-Iqna’, Kanz al-Raghibin karya dari al-Mahally, al-Ashbah wa al-Nadzair karya dari al-Suyuthi (yang dari pengajian kitab al-Ashbah wa al-Nazair ini Kiai Sahal melahirkan karya ta’liqan berjudul Anwar al-Bashair), Syarh al-Jam’ al-Jawami’, Tafsir al-Baydlawy, permulaan 6 kitab hadis induk, dan kitab-kitab lain serta beliau diberikan ijazah khusus oleh K.H. Zubayr Dahlan atas kitab-kitab tersebut dan ijazah ‘Am atas semua kitab yang pernah diijazahkan dan dibaca oleh K.H. Zubayr.

Dari pengajian kitab al-Ashbah wa al-Nazair bersama K.H. Zubayr, Kiai Sahal melahirkan karya ta’liqan berjudul Anwar al-Bashair

Dari beberapa ulasan cerita singkat yang dipaparkan beliau sendiri dalam beberapa karyanya dapat disimpulkan bahwa Kiai Sahal sebelum mempunyai gagasan Fiqih Sosial, Pengembangan Masyarat, menjadi Rais ‘Am di PBNU selama 2 priode, menjadi Rektor UNISNU, menjadi direktur Perguruan Islam Mathali’ul Falah telah melakukan rihlah ilmiyyah dari satu pondok ke pondok lain untuk Tafaqquh fi al-Din 4 tahun di Bendo dan 5 tahun di Sarang hingga memiliki sanad yang kuat kepada K.H. Muhajir dan K.H. Zubayr.

Baca juga: Menanggapi Wahabi: Mengapa Madzhab Fikih Syafi’i Tetapi Akidahnya Asy’ari?

Di sela-sela mengaji dan nyantri kepada guru-gurunya, Kiai Sahal juga diminta oleh teman-temannya untuk mengajar kitab (terlebih ketika di Sarang 1380 H – 1381 H). Dalam pengajarannya beliau juga menulis penjelasan-penjelasan atas kitab yang dikaji hingga akhirnya menjadi sebuah karya, seperti Thariqah al-Husul, Fayd al-Hija, al-Bayan al-Mulamma’ dll. Hal ini dapat diketahui ketika membaca pendahuluan kitab-kitab karangan beliau yang memulai kalam dengan kalimat: سألني بعض الإخوان.

Tahun 1380 H -1381 H (Sewaktu masih mondok di Sarang, Rembang, Jawa Tengah) merupakan tahun dimana Kiai Sahal banyak melahirkan karya berbahasa Arab, mulai dari Syarh (penjelas) suatu kitab, atau berupa Nadzam yang dikasih syarh sendiri. Diantaranya adalah:

1. Al-Bayan al-Mulamma’ (Merupakan penjelas dari kitab al-Lumma’ karya dari Syaikh Abi Ishaq al-Syirazi).

2. Fayd al-Hija (Merupakan penjelas dari nadzaman Safinah al-Naja yang berjudul Nayl al-Raja karya dari Syaikh Muhammad Ma’sum Cirebon).

3. Thariqah al-Husul (Merupakan Hasyiyah dari syarh Ghayah al-Wushul karya dari Syaikh al-Islam Zakariyya al-Anshary).

4. Anwar al-Bashair (Merupakan penjelas dari kitab al-Asybah wa al-Nadzair karya dari Syaikh Jalal al-Din al-Suyuthi).

5. Nadzam Al-Tsamarat al-Hajaniyah serta syarhnya (kitab yang berisikan penjelasan terkait istilah-istilah fiqh al-Syafi’i).

6. Nadzam al-Faraid al-‘Ajibah berserta syarahnya al-Fawaid al-Najibah (Kitab ini berisikan penjelasan-penjelasan terkait i’rab-i’rab yang dirasa gharib/asing).

Semua kitab ini Kiai Sahal tulis di tahun 1381 H dan ada yang beliau tulis pada tahun 1380 H dengan perincian sebagai berikut:

1. Al-Bayan al-Mulamma’: Selesai pada malam selasa, bulan Jumadil awwal, tahun 1381 H.

2. Fayd al-Hija: Selesai pada malam selasa, 18 Dzulhijjah, tahun 1381 H.

3. Thariqah al-Husul: Selesai pada malam kamis, 10 Ramadlan, tahun 1380 H.

4. Anwar al-Basha’ir: Pada pembukaan dan penutupan, Yai Sahal tidak memberikan informasi terkait tanggal selesainya penulisan kitab ini, namun beliau memberikan keterangan bahwa beliau menulis kitab ini dengan mengambil referensi serta keterangan dari guru beliau yaitu K.H. Zubayr Dahlan (Ayahanda dari K.H. Maimoen Zubayr). Pada bagian penutup Kiai Sahal menuturkan bahwa beliau ngaji kitab al-Asyhah wa al-Nadzair dari awal hingga akhir kepada K.H. Zubayr Dahlan, serta mendapatkan ijazah atas kitab tersebut dari Syaikh Yasin bin Isa al-Fadany.

5. al-Tsamarat al-Hajaniyyah: Selesai pada bulan Sya’ban tahun 1381 H.

6. Al-Faraid al-Ajibah berserta syarhnya: Selesai pada hari rabu, 8 Jumadil awwal, tahun 1381 H.

Jika mengacu kalender Masehi, maka tahun 1380 H – 1381 H adalah tahun 1960 M – 1961 M yang bila merunut tanggal lahir Kiai Sahal yaitu 17 Desember tahun 1937 maka saat Yai sahal menulis karya-karya tersebut, Kiai Sahal masih berusia sekitar 23 – 24 tahun.

Semoga dengan membaca sirah Kiai Sahal dalam menuntut ilmu dari satu pondok lain menjadi motivasi bagi para santri untuk tekun dan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu.

له الفاتحة

Penulis: M. Islahudddin, S.Ag (Alumni Perguruan Islam Mathali’ul Falah tahun 2014)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here