Amalan Wirid Untuk Si Buah Hati

0
1510
views

Wahai para sahabatku semua ibu-ibu, mbak-mbak, adik-adik PCI Muslimat NU Sudan yang selalu berbahagia dalam menuntut ilmu.
Seperti yang kita ketahui, tanggal 22 Desember ditetapkan sebagai Hari Ibu Nasional. Sebuah penghargaan terhadap perjuangan seorang Ibu yang luar biasa. Sosok yang telah melahirkan, merawat, mendidik, mendoakan, mengusahakan pendidikan, menirakati amalan wirid untuk si buah hati yang kelak akan menjadi pemuda pemudi penerus bangsa.

‘Kasih ibu sepanjang masa’, itulah ungkapan yang selalu kita sematkan pada sosok Ibu. Adanya hari Ibu agar kita mengevaluasi diri serta sadar bahwa kasih yang kita berikan kepada ibu masih sangat jauh dengan kasih yang telah diberikan seorang ibu semenjak dalam kandungan hingga kita besar saat ini.

Ibu merupakan sosok yang selalu mendukung anak-anak mereka dalam keadaan apapun, apalagi demi masa depan buah hati mereka. Seorang ibu akan melakukan segalanya agar anak-anak mereka menjadi seseorang yang sukses di kemudian hari.

Dalam mendukung anak-anak menggapai cita-citanya, seorang ibu haruslah memiliki mental yang kuat, lebih dari yang dimiliki oleh anak-anak mereka.

Mengapa? Karena untuk menjadikan anak yang sukses dan berjiwa besar, seorang Ibu harus dengan ikhlas mendukung anak dari belakang. Penting untuk di ingat “menjadi seorang Ibu itu jangan membendung kemauan dan kemampuan anak”. Contoh sederhananya seperti Ibu kita yang begitu tulus, sabar, dan ikhlas untuk melepaskan menuntut ilmu di Negeri dua Nil.

Disamping itu seorang Ibu haruslah mendukung kemampuan dan minat yang dimiliki anak, karena setiap anak memiliki hobi dan bakat yang berbeda-beda. Seperti ketika ditinggal jauh untuk bersekolah dalam jarak jauh mental seorang ibu haruslah kuat, karena semua itu semata-mata untuk kebaikan masa depan anak.

Jika hal ini bisa dilewati seorang ibu, maka ibu adalah orang yang pertama merasa bangga melihat anak yang disayanginya menjadi anak yang sukses dan bisa meraih mimpinya.

“Percayakan saja kepada lembaga pendidikan dan para pendidik karena pada dasarnya anak-anak akan berkembang dan mandiri dengan sendirinya. Kita sebagai orangtua harus terus mendoakan”.

Baca Juga: Bagaimana Menghadapi Fenomena Politik (2)

Wahai sahabatku para wanita Muslimat NU Sudan, kelak kalian semua akan menjadi seorang ibu, persiapkanlah sejak dini karakter dan mental ibu yang kuat dalam mendidik anak.

Pict: Aboutislam.com

Kali ini saya ingin berbagi sedikit amalan wirid untuk para ibu maupun calon Ibu, diantaranya:

  1. Amalan dari K.H Djamaluddin Ahmad Tambakberas Jombang
    (1) Hendaknya Ibu selalu berpuasa di hari wetonnya anak. Jika Ibu sedang berhalangan, maka diwakilkan kepada ayahnya.
    (2) Setelah melaksanakan salat qiyamullail membaca surat al Fatihah untuk anaknya sebanyak 41x, lalu dilanjutkan membaca surat Yasin sebanyak 3 kali. Dilakukan minimal seminggu sekali. Jika tidak bisa, minimal satu bulan sekali.
  2. Amalan dari K.H Ulil Albab Arwani Amin pengasuh PP. Yanbu’ul Qur’an Kudus. Setelah melaksanakan shalat qiyamullail, siapkan air, lalu bacalah surah al Fatihah sebanyak 71x (khususon ila ruhi wa jasadi, wa qolbi ….. sebut nama anak).
    Lalu setelah salat subuh, bacalah bismillahirrahmanirrahim sebanyak 786x, kemudian tiupkan ke air yang sudah disiapkan. Setelah itu berikan kepada anak untuk di minum.
  3. Amalan dari almarhumah Ibu Nyai Hj. Ismah binti Abdullah Salam (garwo K.H Ulin Nuha Arwani Amin)
    Setiap selesai salat fardhu, orangtua mengirim bacaan surat al Fatihah untuk anaknya sebanyak 11x ( khususon ila ruhi wa jasadi, wa qolbi ….. sebut nama anak)

Semoga apa yang saya tulis memberikan manfaat untuk kita semua, khususnya jadi “pangiling” untuk saya pribadi.

Penulis: Siti Mariatul Mahfudho

Tinggalkan Balasan