Muslimat NU Sudan Diskusikan Pendidikan Aswaja Bersama 15 Negara

0
77
views
Gambar: Sesi foto bersama diskusi Internasional Muslimat NU Sudan

Pimpinan Cabang Istimewa Muslimat Nahdlatul Ulama Sudan (PCI Muslimat NU Sudan) berhasil menyelenggarakan acara Diskusi Internasional, Ahad (21/2), dengan mengangkat tema “تربية السني فى الدور الديني و الاجتماعي”.

Acara ini terlaksana di Aula Indimi, International University of Africa, Sudan. Dihadiri langsung oleh Duta Besar RI untuk Sudan dan Eritrea, Bapak Rossalis Rusman Adenan, M.B.A, jajaran Syuriah dan Tanfidziyah PCINU Sudan, serta para delegasi kurang lebih dari 15 negara dari benua Afrika dan Asia, yaitu Thailand, Malaysia, Kamboja, Chad, Niger, Nigeria, Palestina, Sudan, Uganda, Burkina Faso, Tanzania, Komoro, Kenya, dan Gambia.

Prosesi acara diawali dengan pembukaan sekaligus seremonial. Dengan sebagai pembukanya adalah penampilan hadroh rebana dari anggota PCI Muslimat NU Sudan. Dilanjutkan sambutan oleh Duta Besar RI untuk Sudan dan Eritrea, Bapak Rossalis Rusman Adenan, M.B.A, yang dalam hal ini beliau menyampikan apresiasi kepada panitia yang telah berinisiatif menyelenggarakan acara tersebut dengan harapan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dalam konteks agama dan sosial.

Kemudian dilanjutkan sambutan dari ketua penyelenggara Siti Rukhiyah dan ketua PCI Muslimat NU Sudan, Leni Latipah, S. Pd. dan Prof. Dr. Hj. Amany Burhanuddin Umar Lubis, Lc., M.A. (Rektor UIN Jakarta) melalui virtual, yang mana beliau mengapresiasi kegiatan ini.

“Saya sambut baik kegiatan dari PCI Muslimat NU Sudan untuk melakukan diskusi di berbagai bidang; bidang kehidupan, bidang ilmu pengetauan, apalagi banyak ilmu yang bisa kita peroleh dari benua Afrika. Jadi afrika adalah benua besar, misteri bagi sebagian besar orang Indonesia. Untuk itu, kita semua beruntung dan saya bisa hadir dan berada di sana, memperoleh ilmu yg banyak,” ungkapnya.

“Allah SAW memang memerintahkan kita untuk menjelajahi seluruh muka bumi ini. Tentu yg berkesempatan di Timur Tengah sangat baik dan manfaatkan waktu dengan baik,” imbuhnya.

Acara Diskusi Internasional kali ini diisi oleh dua pemateri. Sebagai pemateri pertama adalah Dr. Najwa Abdul Ghaffar (Dosen IUA) dan pemateri kedua Kiai Ribut Nur Huda (Mustasyar PCINU Sudan). Sebagai pemandu jalannya acara diskusi adalah Nurul Fadhilah, B.S. (Ketua Muslimat masa khidmah 2019-2020). Dan Yustira Nur Fadhilah sebagai notulisnya.

Acara berlangsung dengan penyampaian materi oleh kedua pemateri, kemudian memberikan kesempatan kepada setiap delegasi negara untuk memyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan tema yang diangkat. Kemudian dilanjutkan sesi tanggapan dan pertanyaan.

Acara diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Kiai H. Dzakwanul Faqih dan dilanjutkan sesi foto bersama.//(Auliya)

Baca juga: Kajian Tafsir Maqashidi: Toleransi dan Menjaga Lingkungan dari Kerusakan

Tinggalkan Balasan