Sepucuk Surat untuk Para Pemimpin

0
85
views
Gambar: anteroaceh.com

Hai! Apa kabarmu? Semoga kamu tetap kuat dan semangat dalam mengemban amanah dan menjalankan tanggungjawabmu ya!
Saya tau menjadi pemimpin dan memimpin seseorang atau komunitas itu tidaklah mudah, diperlukan perjuangan dan pengorbanan di setiap jalannya. Tapi percayalah semua yang kamu alami sekarang akan membuahkan hasil yang indah nantinya. Karena amanah yang sedang kamu emban itu tidak semua orang bisa menjalankannya.

Menjadi pemimpin itu unik, karenanya banyak tuntutan yang perlu kamu lakukan dan kamu capai, ketika tuntutan rakyatmu belum kamu penuhi, maka bersiaplah untuk mendapatkan perhatian lebih dan perlakuan khusus dari rakyatmu.

Menjadi pemimpin harus mempunyai mental baja, karena dinamika kepemimpinan itu dapat berubah-ubah kapanpun waktunya.

Menjadi pemimpin harus mempunyai karakter yang kuat terutama untuk memperjuangkan aspirasi rakyat dan anggotanya. Jika memang aspirasi itu membawa maslahat, kebaikan, dan manfaat untuk orang banyak, tidak butuh alasan alibi untuk sekedar bilang “Baik, mari kita perjuangkan bersama.”

Pemimpin itu sebagai contoh bagi rakyat dan anggotanya, karenanya ia harus berhati-hati dalam bertingkah, berlaku dan berucap.

Menjadi pemimpin dituntut untuk bersikap profesional, idealis, dan perfeksionis, bukan hanya sebatas berusaha untuk melakukan program-program bagus, mensukseskan program-programnya, tapi lebih dari itu.

Menjadi pemimpin artinya menjadi kepala yang mana harus bisa memastikan keadaan rakyat dan anggotanya dengan baik, juga setiap rakyat dan anggota nyaman berbicara dan berada di dekatmu (bukannya membuat sekat atau takut). Selalu siap di garda terdepan untuk menjaga rakyat dan anggotanya, yang paling banyak menyayangi rakyat dan anggotanya, mendahulukan kepentingan rakyat, anggota dan umat dibanding kepentingan pribadi. Menjadi pemimpin itu mempunyai tantangan besar karena di situlah letak ketulusan, keikhlasan, emosi, hati, egoisme kita terlihat dan nampak.

Menjadi pemimpin harus bisa mengelola hati dan emosi, mengesampingkan ego dan niatkan semua Lillahi Ta’ala.

Namun, yang terpenting dari semua itu pada intinya adalah tanggungjawab. Maka tunaikanlah tanggungjawabmu sesuai dengan porsinya, tidak kurang dan tidak lebih.

Banyak bukan tugas, tuntuntan, dan kewajiban seorang pemimpin atau ketua? Tentu di dunia ini tidak ada yg sempurna kecuali Dia Yang Maha Sempurna dengan segala kekuasaan dan kebesaran-Nya. Teruslah berusaha untuk melakukan yang terbaik, mintalah kepada-Nya agar pundakmu selalu dikuatkan dalam menjalankan amanah, hatimu dibesarkan dalam menghadapi persoalan, mentalmu dikuatkan dan sabarmu diluaskan melebihi luasnya samudera.

Semangat ya! Kamu tidak sendiri! Banyak pemimpin lainnya diluar sana yang sedang berjuang sama sepertimu.

Penulis: Nurul Fadhilah (Ketua PCI Muslimat NU Sudan Periode 2019-2020)

Baca juga: Kajian Teologi Islam; Kritik Aswaja terhadap Rasionalitas Mu’tazilah

Tinggalkan Balasan