Jum’at Duka, Mufassir Kondang Suriah Tutup Usia

0
107
views
Sumber foto: @aa_arabic

PCINUSUDAN.COM Innalillah wa inna ilaihi rajiun, dilansir dari platform media sosial al-Jazeera Suriah, ulama kondang sekaligus Mufassir kenamaan asal Suriah, Syekh Muhammad Ali Ash-Shabuni dikabarkan tutup usia pada hari ini, Jum’at (19/03) bertepatan dengan 06 Sya’ban 1442 H.

Syekh Muhammad Ali as-Shabuni adalah seorang ulama kontemporer yang produktif dalam menghasilkan karya tulis, khususnya di bidang Tafsir al-Qur’an (Mufassir).

Nama lengkapnya adalah Muhammad bin Ali bin Jamil Al-Shabuni. Dilahirkan di Kota Aleppo, Suriah, pada tahun 1930. Namun, beberapa sumber ada yang menyebutkan Ash-Shabuni dilahirkan tahun 1928.

Setelah menyelesaikan pendidikan di Suriah, beliau pun melanjutkan pendidikan sarjananya di al-Azhar, Mesir, dan merampungkan program magisternya di Universitas yang sama. Mengambil tesis khusus tentang perundang-undangan dalam Islam pada tahun 1954 M. Hingga akhir hayatnya, beliau bermukim di Makkah dan tercatat sebagai salah seorang staf pengajar Tafsir dan Ulum al-Qur’an di Fakultas Syari’ah dan Dirasah Islamiyah.

Baca juga: PCINU Sudan dan LAZISNU Distribusikan Daging Qurban ke Masyarakat Sudan

Beragam karya beliau dari berbagai bidang keilmuan antara lain tafsir, hadis, dan lainnya. Terutama dalam bidang tafsir, karya beliau yang banyak dikaji di Indonesia adalah Shafwat al-Tafasir,  Rawai’u al-Bayan fi Tafsir al-Ahkam dan al-Tibyan fi ‘Ulum al-Quran.

Dikonfirmasi dari alsouria.net, Ketua Asosiasi Cendekiawan Suriah ini meninggal dunia di kota Yelwa, Turki, pada usia 91 tahun. Dalam laman tersebut disertakan pula kabar dari akun twitter Syekh Muhammad Basyir Haddad, Anadolu Agency (AR) Kantor Berita Turki yang berpusat di Ankara mengkonfirmasi berita wafatnya Syekh Muhammad bin Ali as-Shobuni.
Beberapa laman lain juga mengabarkan berita duka ini seperti islamsyria.com dan watanserb.com.

Dilansir dari platform NU Online beliau pernah beberapa kali mengunjungi Indonesia, salah satu kunjungannya adalah pada sekitar tahun 2012 saat mengahadiri pelatihan kader Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) di Pesantren Pesantren Al Azhar Tulungagung Jawa Timur.

“Materi yang diberikan kepada para kader Aswaja meliputi latar belakang dan sejarah Aswaja, dalil-dalil aswaja, mafahim, ta’rif anil firaq fil Islam, klasifikasi Aswaja, menghindari Islam Liberal, hingga cara berdebat dengan Syi’ah dan Wahabi” kutip redaktur Zainal Faizin.

Wafatnya Syekh Muhammad Ali Ash-Shabuni meninggalkan duka yang cukup mendalam bagi seluruh umat muslim di dunia.//(M. Hasyimi)

Tinggalkan Balasan