Keutamaan 10 Malam Terakhir di Bulan Ramadhan

0
3
views
Sumbar gambar: Nu.or.id

Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat mulia, banyak berkah yang Allah turunkan pada bulan ini.  Allah menganjurkan umat muslim untuk berpuasa, Maka wajib bagi umat muslim untuk mengerjakannya sebagaimana firman Allah :

يايها الذين امنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون (البقرة :١٨٣)

Bulan Ramadhan di bagi menjadi 3 bagian: 1) 10 hari malam pertama bulan Ramadhan ini merupakan hari-hari yang penuh rahmat Allah SWT. 2) 10 hari malam pertengahan bulan ramadhan merupakan penuh ampunan yang Allah turunkan ke dunia. 3) 10 hari malam terakhir bulan Ramadhan merupakan malam yang Allah bebaskan dari api neraka.

Baca juga: Corak Salat Tarawih di Sudan

Sekarang saatnya memasuki 10 hari terakhir bulan ramadhan, banyaknya keutamaan-keutamaan pada 10 malam terakhir ini mulai dari tanggal 21-30 ramadhan, karena malam 10 terakhir tersebut merupakan waktu turunnya malam Lailatul Qodar malam yang lebih baik dari 1000 bulan. Malam Lailatul Qodar ini biasanya jatuh pada malam ganjil yakni antara tanggal 21/23/25/27 atau 29  ramadhan.

Kebiasaaan orang-orang muslim di 10 terakhir malam ini adalah mereka beri’tikaf di masjid- masjid untuk mencari malam Lailatul Qodar dengan memperbanyak sholat malam, membaca Alquran, dan berlomba-lomba dalam kebaikan.

وروى عن علي رضي الله عنه : أن ليلة القدر اليلة ثلاث وعشرين. وقال ابن مسعود رضي الله عنه ((اطلبوا ليلة القدر اليلة ثلاث وعشرين)). وروى الشافعي ان ارجاها ليلة ثلاث وعشرين. وثبت عن النبي صلى الله عليه وسلم انه امر بقيامها وقال ((من قام ليلة القدر ايمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه)) وقامها احياء ليلها بالتهجد والصلاة، قالت عائشة ((يارسول الله ان واقفت ليلة القدر ما اقول فيها؟ قال قولي : اللهم انك عفو تحب العفو فاعف عني)). (كتاب وظائف شهر رمضان المبارك، ابراهيم بن عبدالعزيز الغرير: ٨٨-٨٩)

Baca juga: Antara Tradisi dan Keunikan Sudan di Bulan Ramadan

Dijelaskan bahwa malam Lailatul Qodar itu jatuh pada tanggal 23 Ramadhan sebagaimana riwayat Ali bin Abi thalib dan Ibnu masud, begitu juga Imam as Syafi’i berharap bahwa malam Lailatul Qodar itu tanggal 23 Ramadhan. Dan rasulullah pun menganjurkan untuk menghidupkan malam Lailatul Qodar sebagaimana rasulullah bersabda, “Barang siapa yang menghidupi malam Lailatul Qodar karena iman dan berharap ridho Allah maka Allah akan mengampuni dosa-dosa yang sudah diperbuat.” Menghidupinya dengan sholat Tahajjud. Sayyidah Aisyah berkata, Ya Rasulallah! Apa yang harus saya katakan ketika datang Lailatul Qodar? Rosulallah menyuruhnya mengikuti ucapannya, ‘Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni‘.

Malam Lailatul Qadar ditandai dengan situasi langit yang bersih, udara tidak dingin atau panas, langit tidak berawan, tidak ada hujan, bintang tidak nampak, dan pada siang harinya matahari bersinar tidak begitu panas.

Baca juga: Bagaimana Para Entrepreneur Menjalani Ramadan Mereka di Sudan?

Imam al Ghozali menyebutkan bahwa cara mengetahui Lailatul Qadar bisa dilihat dari hari pertama dari bulan Ramadhan.

– Jika awalnya jatuh pada hari Senin maka Lailatul Qadar jatuh pada malam 21 Ramadhan. 

– Jika awalnya jatuh pada hari Selasa atau Jumat maka Lailatul Qadar jatuh pada malam 27 Ramadhan. 

– Jika awalnya jatuh pada hari Rabu atau Ahad maka Lailatul Qadar jatuh pada malam 29 Ramadhan. 

– Jika awalnya jatuh pada hari Kamis maka Lailatul Qadar jatuh pada malam 25 Ramadhan. 

– Jika awalnya jatuh pada hari Sabtu maka Lailatul Qadar jatuh pada malam 23.

Wallahu a’lam

Sekian, Semoga para pembaca bisa mengambil manfaatnya terimakasih.

Penulis: Atikal Maula

Editor: Muhammad Najmuddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here