LAKPESDAM PCINU Sudan-Majma’ Fikih Sudan Gelar Seminar Internasional Pribumisasi Islam

0
84
views

PCINUSUDAN.COM – Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LAKPESDAM) PCINU Sudan bekerja sama dengan Majma’ Fikih Sudan menyelenggarakan seminar internasional dengan tema “Pribumisasi Islam; Antara Indonesia dan Sudan” pada Senin (28/6).

Seminar diadakan di Auditorium Majma’ Fikih, Khartaum, Sudan. LAKPESDAM PCINU Sudan juga bekerja sama dengan media-media Indonesia; terdapat TV9, NU Channel, dan media Sudan seperti radio Idza’atal Furqon (termasuk radio besar di ibu kota Khartaum), dan Channel TV Wakalah Suna Lil Anba’.

Seminar ini mendatangkan keynote speaker, KH. Yahya Cholil Staquf (Katib ‘Aam PBNU) dan Prof. Dr. Abdurrahim Adam Muhammad (Ra’is Majma’ Fikih Sudan), serta pemateri, Dr. (cand) Ribut Nur Huda, S.Hum., M.Pdi., MA. (Mustasyar PCINU Sudan) dan Dr. Adil Hasan Hamzah (Ketua Umum Majma’ Fikih).

Seminar ini diikuti oleh perwakilan dari Turki, Etihad fathani, Etihad Malaysia, Majma Sufi, Jam’iyyah Asy’ari, Muhammadiyah. Juga para generasi muda dan mahasiswa dari Forpass, PPI Sudan, PPPI Sudan, serta beragam ormas lainnya.

Acara yang berlangsung sekitar enam jam tersebut diawali dengan pembukaan dari pembawa acara, kemudian tilawah Al-Qur’an dari delegasi PCINU Sudan, setelah itu menyanyikan lagu Indonesia Raya, kebangsaan Sudan, dan Syubbanul Wathon. Dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan oleh Moch. Hibatullah Zain, B.A. selaku ketua Tanfidziyah, berlanjut dengan sambutan Dr. Adam Ibrahim, selaku perwakilan dari Majma’ Fikih, yang kemudian sambutan disampaikan oleh bapak Mohamad Kamal dari KBRI Khartoum.

Setelah sambutan acara berakhir, kemudian Dzikro Juniawan, S.Pd selaku moderator memandu dan memantik acara, bahwa nilai pribumisasi Islam adalah gagasan yang dikembangkan di Indonesia dan Sudan yang memiliki kesamaan nilai dalam agama Islam, namun mempunyai praktek masing-masing dalam kebudayaan.

KH. Yahya Cholil Staquf melalui rekaman video yang disaksikan langsung oleh para hadirin, menyampaikan bahwa Indonesia sudah lama menerapkan pribumisasi Islam yang digagas oleh KH. Abdurrahman wahid. Ini terlihat dari kemajemukan Indonesia yang terdiri dari berbagai suku dan tipikal masyarakat.

“Indonesia merupakan negara dengan penganut agama Islam terbesar di dunia, namun dari berbagai negara dengan agama islam, terdapat di dalamnya identitas wilayah berupa budaya yang beragam,” ujarnya.

Kemudian Prof. Dr. Abdurrahim Adam menyampaikan bahwa Islam di Sudan itu sangat kuat, dipandang dari masyarakatnya mulai dari remaja hingga dewasa, karena semua itu berdasarkan naluriah dan konsep keselamatan yang sudah ditanamkan sehingga membentuk pola perilaku yang dominan dalam keislaman.

Setelah pemaparan dari kedua keynote speaker, dilanjutkan oleh Dr. Ribut Nur Huda selaku pemateri pertama. Beliau memperkenalkan bagaimana mabadi’ Khaira Ummah diterapkan di Indonesia pada zaman ini. Melihat besarnya dampak terhadap perubahan sosial yang terjadi pada zaman ini, tentulah suatu perubahan konteks akan membawa konsekuensi yang tidak kecil, oleh karena itu perlu dilakukan beberapa penyesuaian dan pengembangan dari pergerakan sebagai langkah menuju terwujudnya masyarakat yang ideal.

Di tengah-tengah waktu antara pemateri pertama dan kedua, ditampilkan video dokumenter yang menjelaskan bahwa pribumisasi Islam adalah upaya kontekstualisasi ajaran Islam dengan menghargai hasil budaya dan kreativitas suatu bangsa.

Selanjutnya Prof. Dr. Adil Hasan Hamzah selaku pemateri kedua menyatakan: “Indonesia dan Sudan mempunyai identitasnya masing-masing, akan tetapi hal tersebut tidaklah menjadi perbedaan yang fundamental. Sebab, esensi Islam bagi Indonesia dan Sudan adalah sama, namun berbeda dalam manifestasi praktek budaya lokal.”

Setelah pemaparan dari keynote speaker dan pemateri, dilanjutkan dengan tanggapan dan tanya jawab. Terlihat para hadirin sangat antusias dan sangat mengapresiasi acara seminar internasional yang digelar oleh dua instansi ini. Acara berlanjut dengan pemberian cendera mata lalu ditutup dengan doa dan foto bersama.//(Suprianto)

Tinggalkan Balasan