Rahasia Selawat Lahutiyyah

0
63
views
Gambar: news.detik.com

Syekh Al-Allamah Quthbuddin Abdul Mahmud bin Syekh Nuruddaim menyatakan dalam mukadimah kitabnya yang menjelaskan tentang selawat Lahutiyyah yang ditulis oleh Al-Quthb Al-A’dzom As-Syekh Ahmad At-Thoyyib bin Al-Basyir yang berjudul Al-futuhat Al-Ilahiyyah ‘ala As-Sholat Al-Lahutiyyah.

Beliau berkata, “Aku telah membaca tulisan Syekh Ahmad Thoyyib mengenai selawat lahutiyyah yang berbunyi:

“(Pasal) Mengenai selawat lahutiyyah yang penulisannya diilhami oleh Rasulullah Muhammad SAW.

Ketahuilah wahai pembaca, apabila kamu menginginkan derajat yang sempurna dan hubungan dengan Allah Yang Maha Berbuat, bacalah selawat Lahutiyyah ketika siang hari dengan menyebut kata الوصال sebanyak 157 kali, dan begitu pula ketika malam hari. Maka engkau akan mendapatkan derajat serta hubungan dengan Allah tanpa suatu masalah. Dan siapa saja yang membacanya tiap selesai salat, maka seluruh amal yang ia kerjakan di antara tiap-tiap salat sungguh akan diterima, dan dihapuskan pula semua kesalahan yang ia kerjakan di antara tiap-tiap salat. Dan beberapa orang terpilih telah mengatakan kepadaku bahwa siapa saja yang hafal selawat Lahutiyyah, maka telah haram jasadnya bagi api neraka. Dan selawat ini memiliki jumlah 26 kali, juga ada 6 kali, dan juga 50 kali. Selesailah tulisan Syekh Ahmad At-Thoyyib.”

Kami telah meriwayatkan dari Syekh Ahmad At-Thoyyib bahwa beliau berkata: “Barang siapa yang selalu membaca selawat ini di tiap-tiap seusai salat fardu, maka ruhnya akan menangkap kehadiran Rasulullah saw.”

Beberapa orang salih juga telah memberikan keterangan, bahwa Syekh Ahmad At-Thoyyib mengatakan: “Barang siapa yang membaca selawat lahutiyyah dengan jumlah penyebutan nama Nabi Muhammad saw sebanyak 92 kali di malam Jumat dalam keadaan suci lahir dan batin, maka sungguh ia akan melihat Rasulullah saw.

Aku berkata: Semua tata cara di atas telah dicoba dan dibuktikan oleh banyak orang yang jujur.

Aku juga telah membaca salah satu tulisan dari Al-Arif Billah Syekh Shiddiq bin Umar Khan Al-Madany murid dari Syekh Thoriqoh Al-Imam Al-Qutb “As-Samman” yang berbunyi: Bahwa Syekh Ahmad At-Thoyyib Qaddasallahu Sirrahu ketika melewati Negeri Ar-Raif, ia memasuki kholwah di sana. Maka di situlah ia mendapat ilham untuk menulis selawat ini, dan ketika ia sampai pada ucapan اللهم صل على سيدنا محمد لاهوت الوصال
Hadirlah Nabi Muhammad saw, maka Syekh Ahmad pun terdiam, sebab haibah dan karisma Nabi Muhammad saw. Kemudian Nabi berkata kepada Syekh Ahmad:

“Katakanlah, ‘Wa ‘ainul Kamali …’. maka Syekh Ahmad pun mencatat selawat lahutiyyah sampai khatam di hadapan Nabi Muhammad, dan sungguh ini merupakan kebanggan yang besar sebab Syekh Ahmad mencatatnya langsung dari Rasulullah.”

Berikut adalah lafal dari selawat lahutiyyah:

[(ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺻﻞ ﻋﻠﻰ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﻻﻫﻮﺕ اﻟﻮﺻﺎﻝ ﻭﻋﻴﻦ ﺍﻟﻜﻤﺎﻝ ﻭﻣﺸﻬﺪ ﺍﻷﺳﺮﺍﺭ ﻭﻣﻨﺒﻊ ﺍﻷﻧﻮﺍﺭ ، ﻭﻗﺮﺓ ﻋﻴﻦ ﺍﻟﻤﻘﺮﺑﻴﻦ ﻭﺍﻷﺑﺮﺍﺭ ، ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻋﺪﺩ ﻣﺎ ﻓﻲ ﻋﻠﻤﻚ ﻛﺎﺋﻦ ﺃﻭ ﻗﺪ ﻛﺎﻥ . ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺻﻞ ﻋﻠﻰ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﺳﺮﺍﺝ قلوبﺍﻟﺴﺎﻟﻜﻴﻦ ، وجنة مشهد المحبين ، ﻭﺭﺍﺣﺔ ﻗﻠﻮﺏ ﺍﻟﻤﺤﺒﻮﺑﻴﻦ ،ﻭﻟﻮﺍﺀ ﺗﺎﺝ ﺍﻟﻌﺎﺭﻓﻴﻦ ، ﻭﻣﻨﺸﺄ ﻋﻠمﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ ، ﻭﺟﻼﻝ ﺟﻤﺎﻝ ﺍﻟﻬﺎﺋﻤﻴﻦ ، ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻋﺪﺩ ﺃﻧﻔﺎﺱ ﺍﻟﻤﺨﻠﻮﻗﻴﻦ . ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺻﻞ ﻋﻠﻰ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﻣﻔﺘﺎﺡ ﺑﺎﺏ ﺍﻟﻤﻠﻜﻮﺕ ، ﻭﺳﺮ ﺃﺳﺮﺍﺭ ﺍﻟﺠﺒﺮﻭﺕ ، ﻭﻧﻮﺭ ﺃﻧﻮﺍﺭ ﺍﻟﻼﻫﻮﺕ ، ﻭﺧﺰﺍﺋﻦ ﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻐﻔﺎﺭ ، ﻭﻋﻴﻦ ﻋﻨﺎﻳﺔ ﺍﻷﺧﻴﺎﺭ ، ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﻭﺳﻠﻢ ، ﻋﺪﺩ ﻣﺎ ﺃﻭﺩﻋﺖ ﻓﻲ ﻗﻠﻮﺏ ﺍﻟﻌﺎﺭﻓﻴﻦ ﻣﻦﺣﻜﻢ ﻭﺃﺳﺮﺍﺭ . ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺻﻞ ﻋﻠﻰ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﺪﺭ اﻟﺘﻤﺎﻡ ﻭﻣﺼﺒﺎﺡ ﺍﻟﻈﻼﻡ ، اﻟﺸﻔﻴﻊ ﺍﻟﻤﺸﻔﻊ ﻓﻴﻨﺎ يـﻮﻡ ﺍﻟﺮﺟﻔﺔ ﻭﺍﻻﺯﺩﺣﺎﻡ ، ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺍﻟﺬﻱ ﻫﻴﺌﺘﻪ ﻧﻮﺭ ﻓﻮﻕ ﻧﻮﺭ ، ﻭﺭﺍﺋﺤﺘﻪ ﻣﺴﻚ ﻭﻧﺪٌّ ﻭﻭﺭﺩ ﻭﻋﻨﺒﺮ ﻭﻛﺎﻓﻮﺭ ، ﻭﺭﻳﻘﻪ ﺷﻔﺎﺀ ﻟﻜﻞ ﻋﻠﻴﻠﺔ ﻭﻣﻌﻠﻮﻝ ، ﺻﻼﺓ ﺗﺸﻮﻗﻨﺎ ﺇﻟﻴﻪ ﻭﺗﻬﻴﻤﻨﺎ ﻋﻠﻴﻪ ، وﺻﻞ ﺍﻟﻠﻬﻢ ﻭﺳﻠﻢ ﻋﻠﻴﻪ ﻛﻤﺎ ﺗﺤﺐ ﺃﻥ ﻳُﺼَﻠَّﻰ ﻭﻳُﺴَﻠَّﻢ ﻋﻠﻴﻪ ، ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺃﻓﻨﻨﺎ ﻓﻲ ﻣﺤﺒﺘﻪ ﻭﻋﺸﻘﻪ ، ﻭﺍﺳﻘﻨﺎ ﻣﻦ ﻛﺎﺳﺎﺕ ﺧﻤﺮﺗﻪ ، ﻭﺍﺭﺯﻗﻨﺎ ﻳﺎ ﻣﻮﻻﻧﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﺪﺍﺭﻳﻦ ﺻﺤﺒﺘﻪ ، ﻭﺃﺣﻴﻨﺎ ﻋﻠﻰ ﺍﺗﺒﺎﻉ ﺳﻨﺘﻪ ، ﻭﺃﻣﺘﻨﺎ ﻋﻠﻰ ﻣﻠﺘﻪ ، ﻭﺍﺟﻌﻠﻨﺎ ﻣﻦ ﺭﻓﻘﺎﺋﻪ ، ﻭﺷﻔﻌﻪ ﻓﻴﻨﺎ ﻛﻤﺎ ﻳﺤﺐ ﺃﻥ ﻳُﺸﻔَّﻊ ﻓﻴﻨﺎ ، ﻭﺍﺟﻌﻠﻨﺎ ﻣﻦ ﺧﻴﺎﺭ ﺍﻟﻤﺼﻠﻴﻦ ﻭﺍﻟﻤﺴﻠِّﻤﻴﻦ ﻋﻠﻴﻪ ، ﻭﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﺭﺏ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ ، -ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺃﺑﻠﻎ ﺭﻭﺡ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻣﺤﻤﺪ ﻣﻨﻲ ﺗﺤﻴﺔ ﻭﺳﻼﻣﺎً- ( ﺛﻼﺛﺎً ) )]

Artinya:
“Ya Allah, limpahkanlah selawat serta salam sebanyak apapun yang ada dalam ilmu-Mu baik yang ada maupun yang telah ada atas Baginda kita Nabi Muhammad yang menjadi penyambung ketuhanan, sumber dari kesempurnaan, penyaksi rahasia-rahasia, sumber dari cahaya-cahaya, dan penyejuk mata bagi orang-orang yang dekat dengan Allah serta orang-orang baik, dan atas keluarganya serta para sahabatnya.

Ya Allah limpahkanlah selawat serta salam sebanyak nafas-nafas yang dihembuskan oleh para mahluk kepada Baginda kita Nabi Muhammad yang menjadi cahaya bagi hati para salik, dan surga bagi pemandagan para pecinta, dan kenyamanan bagi hati para manusia yang dicintai, dan bendera bagi mahkota para Arif, dan sumber bagi ilmu para alim, dan keagungan bagi keindahan para orang yang hatinya penuh rindu dan kecintaan, dan atas keluarganya serta para sahabatnya.

Ya Allah limpahkanlah selawat serta salam sebanyak apa saja yang telah Engkau tititpkan pada hati para arif yang berupa hikmah-hikmah serta rahasia-rahasia kepada baginda kita Nabi Muhammad yang menjadi kunci bagi pintu kerajaan, dan rahasia bagi rahasia-rahasia kekuasaan, dan cahaya bagi cahaya-cahaya ketuhanan, dan menjadi tempat penyimpanan rahmat Yang Maha Pengampun, dan sumber bagi pertolongan orang-orang yang terpilih, dan atas keluarganya serta para sahabatnya.

Ya Allah limpahkanlah selawat kepada Baginda kita Nabi Muhammad yang merupakan purnama yang sempurna dan lampu bagi kegelapan, pemberi syafaat bagi kami di hari yang penuh guncangan dan keramaian, seorang nabi yang keadaannya merupakan cahaya di atas cahaya, dan wanginya adalah semerbak wewangian, bunga, mawar, unbur (bibit minyak wangi), serta kafur; dan ludahnya adalah obat bagi seluruh penyakit dan gangguan, limpahkanlah selawat kepadanya dengan selawat yang memperlihatkan rasa rindu kami kepadanya dan rasa penuh kecintaan kami padanya.
Dan limpahkanlah selawat serta salam kepadanya dengan sebagaimana yang Engkau suka.

Ya Allah jadikanlah kami ber-tafannun (beragam) dalam mencintainya dan merinduinya, dan berilah kami minum dari gelas-gelas khamr-nya. Wahai Tuan kami, berilah kami rezeki berupa menjadi sahabatnya di dunia maupun di akhirat, dan hidupkanlah kami untuk mengikuti sunnahnya, dan matikanlah kami dalam agamanya, dan jadikanlah kami pendamping baginya, dan jadikanlah ia pemberi syafaat bagi kami sebagaimana Engkau ingin ia untuk memberikan syafaat kepada kami, dan jadikanlah kami orang-orang pilihan yang berselawat dan bersalam kepadanya. Segala puji pagi Allah Tuhan semesta alam. Ya Allah sampaikanlah sapaan dan salam dariku kepada Ruh Baginda Nabi Muhammad SAW … 3x”.

Dinukil dari laman facebook di halaman Syekh Ahmad At-Thoyyib Al-Basyir – Ummarah qaddasallahu sirrahu (سيدي الشيخ أحمد الطيب البشير -أم مرح- قدس الله سره)

Penulis: Ali Zainal Abidin

Baca juga: Historiografi Pra-Islam

Tinggalkan Balasan