Meninggalnya Syekh Muhammad Ahmad (Abu Izzah), Sang Pendidik Al-Qur’an Negeri Dua Nil

0
57
views
Sumber: www.aljazeera.com
Sumber: www.aljazeera.com

Yang Mulia Sheikh Mohammad Ahmad Abul Hasan Abdullah (Abu Izzah) telah berpulang ke rahmatullah pada Rabu, 4 Agustus 2021 di Rumah Sakit Royal Care Khartoum, setelah menderita sakit pada usia 96 tahun.

Wakil Ketua Pertama Dewan Berdaulat Transisi, Komandan Pasukan Pendukung Cepat, Letnan Jenderal Muhammad Hamdan “Hemedti”, telah mengirim pesawat pribadi dan dokter ke Umm Rawaba untuk membawa Sheikh Muhammad Ahmed Abu Izzah guna menerima perawatan di Khartoum Juni lalu.

Abu Izzah lahir di desa Umm Asher, Kordofan Utara, sekitar tahun 1925 M. Ia tumbuh dipangkuan ayahnya yang mana ayahnya menjadi teladan baginya. Ketika usianya menginjak 8 tahun, ia masuk dalam kholwa Syekh Abdullah Wad al-Abbas dan mempelajari ilmu-ilmu syariah di tangan Syekh Abdullah. Kemudian ia mengambil tarekat Sammaniyah kepada Syekh Abdullah dan belajar dengannya selama delapan belas tahun. Kemudian dia diizinkan kembali untuk kembali ke desanya dan mendirikan khalawi untuk para penghafal Al-Qur’an dan ilmu pengetahuan di sejumlah desa bagian Sudan, yang mana di kemudian hari banyak para pengahafal Al-Qur’an yang lahir dari kholwa-nya. Tak lama beliau menetap di desanya, beliau pergi ke Mekkah untuk melaksanakan ibadah haji, lalu pergi ke Madinah untuk menziarahi maqam Nabi Muhammad saw.

Setelah melaksanakan haji dan ziarah ke maqam Nabi, beliau kembali ke kampung kelahirannya, Negara Sudan. Kemudian bertemu dengan Syekh Ali Adham yang merupakan ulama besar mazhab Maliki di Sudan, beliau kemudian belajar fikih Maliki di tangan Syekh Ali selama 8 tahun. Ada kisah menarik ketika Syekh Abu Izzah belajar kepada syekh Ali Adham kala itu. Syekh Ali Adham tidak akan memulai kajiannya kecuali Syekh Abu Izzah sudah datang, murid-murid beliau bingung dan bertanya kepada Syekh, “Wahai Syekh kenapa engkau tidak mau memulai kajian kecuali Syekh Abu Izzah telah datang?” Tanya salah seorang murid. Syekh menjawab, “Karena permasalahan-permasalahan pada fikih yang tidak bisa saya ungkapkan dalam pelajaran, bisa saya ungkapkan ketika ia datang.” Setelah Syekh Abu Izzah belajar selama 8 tahun dengan Syekh Ali Adham, Syekh Ali Adham mengijazahkan beliau dalam fikih Maliki. Syekh Abu Izzah kemudian menjadi alim fikih di tangan Syekh Ali Adham.

Baca juga: Lika-liku Pelajar Luar Negeri

Beliau juga belajar kepada Syekh Sufyan, Syekh juga mangijazahinya. Kemudian ia belajar kitab Asyamuni dalam fikih Maliki, Ushul Fiqh, dan Mantiq kepada Syekh Usman Asyinqiti. Setelah itu beliau mengajar Al-Qur’an dan ilmu Syariah, serta membangun banyak kholwah di berbagai daerah di Sudan.

Hidupnya penuh dengan Al-Qur’an dan mendidik ribuan murid para penghafal Al-Qur’an sampai akhir hayatnya.

Penulis: Ahmad Farhan

Tinggalkan Balasan