MTQ Virtual Tingkat PCINU Sedunia

0
30
views

Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) merupakan suatu kegiatan yang berperan dalam mengembangkan kemampuan dalam bidang Al-Qur’an. Dalam kegiatan adu keahlian ini terdapat sisi lain yang patut diketahui, yaitu menyiarkan dakwah Islam yang berguna untuk memberikan stimulus kepada objek sasaran yang masih awam dan kemudian menimbulkan rasa keinginan memiliki hal yang sama dari musabaqah tersebut. Melalui lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an akan membuka hati setiap orang yang mendengarnya untuk mempelajari Al-Qur’an dan mengukur sejauh mana nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an diamalkan.

MTQ sebagai sarana syiar Al-Qur’an, yaitu dengan meyakini, memahami, dan mengamalkan ajaran agama secara adil dan seimbang sehingga menghasilkan cara pandang, sikap, dan perilaku yang selalu mengambil posisi jalan tengah (moderat) di antara dua hal ekstrimis. Pemahaman Islam secara moderat ini sangat dibutuhkan, terutama karena persoalan-persoalan yang kita hadapi semakin kompleks, serta adanya sekelompok kecil umat yang memahami Islam secara radikal atau ekstrim bahkan disertai dengan kekerasan. Dengan pemahaman moderat, umat Islam bisa lebih terbuka dalam bernegara dan menjadi solusi atas berbagai permasalahan bangsa.

MTQ sebagai perlombaan yang mengusung nilai-nilai moderasi Islam terlahir dari rahim Nahdlatul Ulama. Bermula dari Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU), sebuah badan otonom Nahdlatul Ulama yang mengadakan perlombaan tilawatil Qur’an. Seiring dengan perkembangan waktu, cabang perlombaan dalam MTQ semakin bertambah dan bervariasi. Terselenggaranya berbagai event musabaqah tersebut juga telah berkembang macam atau tingkatannya, mulai dari tingkat daerah, nasional, bahkan internasional.

Nahdlatul Ulama sebagai organisasi terbesar juga mengalami perkembangan pesat seiring dengan berkembangnya cabang-cabang Nahdlatul Ulama di berbagai negara. Terdapat sekitar 29 Pengurus Cabang Istimewa (PCI) NU dan Keluarga Besar (KB) NU di beragai negara yang terbentang di berbagai belahan dunia, meliputi benua Asia, Afrika, Amerika, Australia, dan Eropa. Dengan terbentangnya organisasi Nahdlatul Ulama di berbagai belahan dunia, tentunya mampu memperluas syiar Al-Qur’an dan fikrah-fikrah Nahdlatul Ulama dapat tersampikan secara global.

Gagasan MTQ Virtual tingkat PCINU sedunia merupakan suatu gebrakan dan inisiatif Lembada Pengkajian Al-Quran (LPQ) PCINU Sudan yang bersinergi dengan Pimpinan Pusat Jamiyyatul Qurra wal Huffazh (PPJQH) dan mengajak PCINU dan KBNU sedunia dalam rangka menyiarkan Al-Qur’an dan menyampaikan fikrah-fikrah Nahdlatul Ulama kepada dunia internasional yang diharapkan mampu membentuk insan Qur’ani dalam membangun moderasi Islam dunia.

Di antara tujuan diadakannya Musabaqah Tilawatil Qur’an ini, yaitu: 1. Meningkatkan kecintaan dan semangat dalam memahami, menghayati, serta mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an. 2. Meningkatkan syiar dan ukhuwah Islamiyah di kancah internasional. 3. Melestarikan seni dan budaya Qur’ani bangsa Indonesia. 4. Memperkuat sinergitas PCINU sedunia dalam membangun moderasi Islam dunia. 5. Mengembangkan Soft Skill dalam bidang Al-Qur’an.

Kegiatan lomba ini secara resmi membuka pendaftaran sejak 5 Juli kemarin dan akan ditutup 15 Juli yang akan datang. Konsep perlombaan ini dengan mengirimkan vidio berdurasi maksimal 10 menit melalui Telegram mulai 10 – 24 Juli, kemudian diunggah ke Youtube. Selanjutnya penilaian dewan juri di tanggal 30 Juli – 6 Agustus. Terakhir akan ditutup dengan pengumuman juara pada tanggal 10 Agustus.

Dengan penilaian dari dewan juri yang terdiri dari Prof. Dr. KH. M. Asy’ari, M. Ag., KH. Masrur Ikhwan, SQ., MA., dan Dr. H. Sofyan Hadi Musa, MA., memutuskan Ahmad Rafiq Azzawani delegasi dari PCINU Brunei sebagai juara pertama, Salahudin Ahmad delegasi dari KBNU Qatar sebagai juara kedua, dan M. Tauhid Abdul Gani A. delegasi dari PCINU Yaman sebagai juara ketiga.

Penulis: LPQ NU Sudan

Tinggalkan Balasan