Sekilas Tentang Tasbih

0
76
views
Sumber gambar https://jatim.nu.or.id/

Tasbih, istilah ini sudah tidak asing lagi di telinga kita orang-orang muslim khususnya kaum sufi. Mereka memiliki perhatian yang sangat besar sekali pada tasbih dan memperlihatkan kecintaan mereka kepadanya. Bahkan saking cintanya mereka kepada tasbih, sampai ada yang membuat lantunan puisi untuknya.

Baca juga Malam Tirakatan di Hari Kemerdekaan

Tasbih adalah alat yang umumnya terbuat dari kayu, namun ada juga biji tasbih yang terbuat dari biji zaitun yang mana digunakan sebagai alat untuk menghitung jumlah bilangan zikir.

Orang-orang sufi menyebutnya dengan al Mudzakkirah billah (pengingat kepada Allah), Raabitatul Qulub (pengikat hati), Hablul Washl atau Sauth asy Syaithan (cambuk syaitan).

Umumnya seutas biji tasbih terdiri dari 99 Biji. Angka 99 ini melambangkan 99 Asma Allah. Namun ada pula biji tasbih yang terdiri dari 33 atau 11. Ada pula biji tasbih yang terdiri dari 100 atau 1.000 batu.

Nama-nama lain dari tasbih

1.Assubhah

2.at Tadzkirah, dinamakan demikian karena sebuah hadits yang diriwayatkan dari Rasulullah, yang teksnya adalah (نعم المذكورة السبحة.  Ini dan meskipun beberapa telah mengonfirmasi hadits yang disebutkan tidak shahih dan yang lain mengatakan bahwa yang dimaksud dengan subhah/tasbih dalam teks tersebut adalah as Shalah, tetapi mereka yang mendukung penggunaan tasbih membantah mereka. Jika hadits tersebut dhoif (lemah), maka termasuk dalam Fadhoilul A’mal.

3.Al Habl (tali penghubung), dan mungkin mereka menyebutnya sebagai sarana dan tali yang menghubungkan antara hamba dan Tuhannya dan menghubungkan antara penyembah dan yang disembah.

4.Raabithatul Qulub, (ikatan hati).ikatan di sini adalah ikatan spiritual antara Pencipta dan makhluk, yang dengannya Tuhan menganugerahkan rahmat-Nya kepada hati penyembah.

Pentingnya Bilangan pada tasbih

Al Hafez Ibn hajar al-Asqalani mengatakan tentang hal itu dalam Fath al-Bari, Sharh Sahih al-Bukhari sebagai berikut: “Sebagian ulama mengatakan bahwa beberapa Jumlah hitungan yang waridah (sudah ditetapkan) , seperti dzikir setelah shalat, jika ada pahala tertentu yang diatur untuk mereka, dan orang yang mengikutinya meningkatkannya ke jumlah yang disebutkan, dia tidak mendapatkan pahala khusus itu, Karena kemungkinan angka-angka ini memiliki hikmah dan karakteristik yang terlewatkan. dengan melebihi jumlah itu.”

Jenis-jenis tasbih dimasa awal islam

Sepanjang sejarahnya, umat Islam mengenal berbagai jenis alat berhitung senagai sarana dalam ibadah,  berkembang, meningkat, dan menjadi lebih mudah seiring berjalannya waktu,tetap saja nama yang penyebutan yang digunakan dari semua itu dari dulu dan masih digunakan sampai saat ini adalah tasbih.

Adapun tasbih yang digunakan oleh orang-orang muslim pada masa awal islam, adalah sebagai berikut:

1.Terkadang dengan annawa (biji kurma)  seperti yang diriwayatkan Abu Hurairah, Saad bin Abi Waqqas, Shofiyah, dan Abu al-Darda’, dimana mereka punya biji Ajwa dan menyimpannya di dalam bungkusan ada,  jika berdoa di pagi hari mereka mengeluarkannya dari bungkusan dan bertasbih sampai habis. Adapun shofiyah bertasbih dengan 4000 biji kurma dan Abu Hurairah tidak disebutkan berapa biji kurma yang ia gunakan bertasbih, tapi disebutkan bahwa beliau pernah punya bungkusan didalamnya ada biji kurma dan kerikil, dan disebutkan beliau pernah bertasbih dengan biji kurma yang baru matang separuh.

2.Kerikil. Diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Shofiyah, Abi Said al Khudri, dan Saad bin Abi Waqos dari riwayat Hakim, yang mana ada dua riwayat salah satunya yang telah disebutkan tentang biji kurma, riwayat pertama dari jalur hamba sahaya saad dan yang satu lagi dari jalur hakim, juga ada yang menyebutkan bertasbih dengan kerikil. Adapun abu shofiyah pernah sekali menggambarkan salah seorang laki2 dari sahabat rosul.dan diriwayat lain menggambarkan bahwasannya budak rosul saw, dan riwayat terakhir disebutkan sesungguhnya ia menaruh kerikil dihamparan dari kulit kemudian bertasbih sampai tengah hari kemudian mengangkatnya dan jika sholat pertama mengambilnya dan bertasbih sampai sore.

Riwayat lain disebutkan tetangga umi yunus bin ubaid bertasbih menggunakan kerikil.

3.tali /benang yang diikat, ada riwayat dari abu hurairoh dari fatimah binti husein bin ali bin abi tholib bahwasannya dulu ia pernah bertasbih menggunakan tali/benang yang diikat.

Adapun tasbih yang digunakan setelah masa/zaman kekhalifahan Abbasiyah, sebagai berikut:

Telah banyak perbaikan tasbih dan jenis-jenisnya dari zaman ke zaman, sehingga karena keindahan dan keutamaannya telah menjadi perhiasan yang bahkan bisa dibanggakan oleh Muslim, dan mereka memindahkan manik-maniknya ke dalamnya. untuk menarik perhatian dan hiburan individu.mendorong mereka untuk memproduksi jenis tasbih yang sesuai dengan selera, keinginan dan kemampuan masing-masing pembeli. Misalnya, ada:

1. Kayu cendana. Cendana adalah sejenis kayu yang diekstraksi dari pohon di Cina dan Pegunungan Cemara, mirip dengan pohon kenari, hanya saja berbuah dalam tandan seperti tandan kacang hijau, dan daunnya seperti daun kenari, halus dan tipis, dan kualitas putihnya sudah terkenal.

2. Tasbih Al-Baqs. Dibaca Baqs dengan disukunkan qofnya dan sin muhmalah, kalimat ini dikenal sebagai Shamshath, kilaunya meningkat jika sering digunakan.

3. Tasbih Zaitun. Pohon zaitun termasuk di antara pohon-pohon yang bernilai tinggi dan sangat menarik.

4. Tasbih Koka

5. Tasbih al Yusr. Tasbih yang memiliki warna hitam pekat dan bau yang harum semakin sering digunakan semakin mengkilat.

6. Tasbih al Abak. Berasal dari barat Sudan, mungkin juga ditemukan di negara lain.

7. Tasbih Abanos

8. Tasbih al fadhilah. Al Fadhilah diambil dari salah satu jenis kayu.

9. Tasbih batu

10. Tasbih at Thondob

11. Tasbih as Shibagh

12. Nawa al Balah

13. Tasbih Laalub

14. Tasbih atthobakh

15. Tasbih alkahroman. Terbuat dari batu langka.

16. Tasbih gigi gajah

17. Tasbih al Qodhim

18. Tasbih nLNurushobah

19. Tasbih Miskhah

20. Tasbih al Khosab

21. Tasbih al Uod

Makna warna benang/tali pada tasbih

Warna benang tasbih terkadang menunjukkan jenis tasbih tarekat sufi tertentu. Misalnya jika benangnya berwarna merah, dinisbatkan kepada tarekat Ahmadiyah dan jika benangnya berwarna hitam, dinisbatkan kepada tarekat Rifaiyah, meskipun ada beberapa jalur sufi yang tidak menjadikan warna benang tasbih sebagai tanda bagi tarekatnya, seperti sammaniyah dll.

Tasbih memiliki banyak sekali peran diantaranya:

1. Ilmu pengetahuan. Sebagaimana disebutkan  banyak ulama dan para penulis menulis buku atau  bab tentang tasbeh, atau setidaknya menyebutnya sebagai tanda hormat, hormat dan penghargaan.

2. Sastra. Dimana banyak puisi tentang tasbih dalam bahasa Arab klasik dan modern.

3. Seni. Karena mengilhami mereka yang memiliki seni, keterampilan Badui, dan ide-ide kreatif untuk memperbaruinya dengan kesenangan zaman dan memenuhi keinginan orang-orang dengan suasana hati dan keinginan yang berbeda.

4. Etika/akhlak. Melindungi pembawanya dari keburukan2, dan itu seperti sholat yang mencegah dari kemaksiatan dan kejahatan.karna ketika ia membawa tasbeh akan merasa tenang hatinya sebab zikir yang ia baca dan dari ketenangan hati itu , tercegah ia dari perilaku2 yang buruk.

5. Ibadah. Dimana tasbih dijadikan alat untuk berzikir yang mana zikir adalah bagian dari ibadah.

6. Karya tulis/karangan buku. Dimana banyak Ulama besar yang menulis tentang tasbih.

Baca juga Sayid Muhammad al-Idrisi as-Sudani, Cicit Pendiri Tarekat Idrisiyah

Diantara buku-buku yang tentang tasbih yang ditulis oleh para ulama besar:

المنحة في استعمال السبحة للحافظ جلال الدين السيوطي  

نزهة الفكر في سبحة الذكر لأبي الحسنات محمد عبد الحليم اللكنوي 

اتقاد المصابيح لمشروعية اتخاذ المصابيح لابن علان شارح الاذكر النووي 

تحفة اهل الفتوحات و الأذواق في اتخاذ السبحة و جعلها في الاعناق و بعض الآداب اللائقة بالمكرمين بصحبة أهل حضرة الاطلاق بفضل الكريم الخلاق للشيخ فتح الله بن سيدي ابي بكر البناني 

Wallahu a’lam.

Sumber:

كتاب السبحة مشروعيتها -أدلتها (الأستاذ الدكتور حسن الشيخ الفاتح الشيخ قريب الله)

Penulis: Ahmad Farhan

Tinggalkan Balasan