Melanjutkan Estafet Kepemimpinan Muslimat; Ini Harapan Yustira

0
13
views

PCINUSUDAN.COM – Panitia Konfercab (Konferensi Cabang) PCI Muslimat NU Sudan telah menyelenggarakan Konfercab yang ke-18 dengan tema “Spirit Keilmuan dan Aktualisasi Peran Global Muslimat NU” pada Jumat (1/10). Acara ini diselenggarakan di Wisma PCINU Sudan pada pukul 08.00 CAT sampai sore hari.

Konfercab merupakan acara tahunan yang diselenggarakan untuk menandai berakhirnya masa khidmah kepengurusan untuk dan pemilihan ketua PCI Muslimat NU Sudan yang baru. Acara ini dimulai dengan pembukaan yang berisi sambutan-sambutan dari Ketua Panitia Konfercab dan Ketua Muslimat periode 2020-2021.

Dilanjutkan sidang LPj yang dipimpin oleh Mala Himmah Ulya sebagai Ketua Sidang I, Silvia Haritsah Ketua sidang II, dan Labudza Adilla Zulfa sebagai notulis. LPj sendiri adalah singkatan dari Laporan Pertanggungjawaban, ia merupakan ajang bagi pengurus untuk melaporkan hasil kerja selama satu tahun kepengurusan. Sidang LPj perlu dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab pengurus atas apa saja yang telah mereka lakukan selama satu periode kepengurusan.

Sidang LPj kali ini dilakukan dengan pembacaan buku LPj secara garis besar oleh Leni Latifah selaku Ketua Muslimat 2020-2021 serta buku LPj perbendaharaan oleh Aminatuz Zuhriyah. Sebelumnya, buku LPj telah dibagikan kepada seluruh anggota PCI Muslimat NU Sudan sehingga memudahkan mereka untuk memberi tanggapan terhadap LPj. Akhirnya, persidangan ini menyepakati bahwa LPj yang diajukan masih harus ditinjau selama 3 hari untuk kemudian direvisi.

Acara terakhir dalam rangkaian Konfercab XVIII PCI Muslimat NU Sudan adalah pemilihan ketua untuk periode 2021-2022. Pemilihan ketua ini dilakukan untuk menunjuk nakhoda baru bagi PCI Muslimat NU Sudan. Pemilihan ini dilakukan dengan pengambilan suara yang dibagi menjadi 2 tahap, pengambilan suara pertama adalah untuk menentukan bakal calon ketua, kemudian 3 suara terbanyak akan terpilih menjadi calon ketua. Pengambilan suara kedua inilah yang akan menentukan ketua baru.
Pemilihan pada tahun ini memutuskan Yustira Noor Fadilah sebagai nakhoda baru PCI Muslimat NU Sudan periode 2021-2022 setelah melalui dua kali putaran pemilihan umum. Beliau pun memberikan sambutan sebagai ketua terpilih.

“Meskipun melalui drama dahulu dengan dua kali putaran pemilihan ketua, ya biarkan ini menjadi sejarah saya. Bahkan ketua-ketua sebelumnya ada cerita tersendiri yang menjadi sejarah bagi hidup mereka,” kata Yustira kepada pcinusudan.com.

“Legawanya saya terhadap amanah yang diberikan saat ini saya tunjukkan di depan segenap anggota Muslimat agar nantinya siapa pun di antara kalian yang diminta untuk bergabung di kepengurusan juga dapat berbesar hati menerimanya karena Muslimat NU Sudan bukan hanya milik saya tapi milik kita bersama,” sambungnya.

Konfercab XVIII PCI Muslimat NU Sudan ditutup dengan doa oleh Rais Syuriyah PCI NU Sudan KH. Khafidul Umam.//(Maida)

Tinggalkan Balasan