Pencapaian dan Kilas Balik PCINU Sudan 2021 serta Pencapaiannya

0
110
views

Pencapaian dan Kilas Balik PCINU Sudan 2021 serta Pencapaiannya – Tahun 2021 merupakan tahun yang sulit bagi warga Sudan terutama diaspora yang memilih bertahan di negara tersebut. Tercatat banyak peristiwa dalam kurun waktu dari Januari hingga Desember yang telah terjadi, juga permasalahan yang lestari di negeri ini.

Meskipun dengan berbagai permasalahan tersebut, Pengurus Cabang Istimewa Nahdatul Ulama (PCINU) Sudan dalam melewati tahun ini telah mencapai kinerja yang positif dalam dua periodenya, yakni 2020/2021 dan 2021/2022 yang baru dilantik pada pertengahan November lalu.

PCINU Sudan sebagai kekuatan Aswaja yang melaksanakan konsep pribumisasi Islam di negeri Seribu Darwish ini, tidak henti-hentinya berikhtiar untuk menghijaukan bumi gersang ini dengan infrastruktur pemikiran Islam Nusantara yang moderat dan damai. Raihan apik selama melewati satu tahun ini tidak lepas dari konsistensi pengurus di periode lama, serta strategi jitu dari kepengurusan yang baru.

Berikut kiprah, pencapaian, serta kilas balik PCINU Sudan selama tahun 2021:

Januari – Ahad tanggal 31, menjadi hari istimewa bagi warga Nahdliyin di Sudan dengan ikut menyemarakkan hari lahir Nahdlatul Ulama atau Harlah NU ke-95, dengan mengangkat tema “Khidmah NU: Menyebarkan Aswaja dan Meneguhkan Komitmen Kebangsaan”. Ada 18 acara yang menyemarakkan Harlah NU pada waktu itu.

Februari – Muslimat NU Sudan menyelenggarakan Diskusikan Pendidikan Aswaja bersama 15 Negara dengan mengangkat tema “تربية السني فى الدور الديني و الاجتماعي” yang bermakna “Pendidikan Sunni dalam Peran Keagamaan dan Sosial”. Acara ini terlaksana di Aula Indimi, International University of Africa. Dihadiri langsung oleh Duta Besar RI untuk Sudan dan Eritrea saat itu, Almarhum Bapak Rossalis Rusman Adenan,  jajaran Syuriah, dan Tanfidziyah PCINU Sudan, serta para delegasi kurang lebih dari 15 negara dari benua Afrika dan Asia, yaitu Thailand, Malaysia, Kamboja, Chad, Niger, Nigeria, Palestina, Sudan, Uganda, Burkina Faso, Tanzania, Komoro, Kenya, dan Gambia.

Gambar: Sesi foto bersama diskusi Internasional Muslimat NU Sudan

– Masih di bulan Februari, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama PCINU Sudan menutup rangkaian acara Harlah NU ke 95 sekaligus menjadi hari bersejarah di mana NU CARE – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (NU CARE – LAZISNU) disahkan di Sudan dengan Ustaz Abdurrahman, B. S, sebagai ketuanya. Sebagaimana cita-cita awal berdirinya NU CARE – LAZISNU Pusat,  cabangnya di Sudan pun mempunyai tujuan untuk senantiasa berkhidmat demi membantu kesejahteraan umat, serta mengangkat harkat sosial melalui pendayagunaan dana Zakat, Infak, Sedekah (ZIS), dan dana-dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Maret – Memasuki bulan Maret, PCINU Sudan berkolaborasi dengan Ikatan Keluarga Nahdlatul Ulama Sudan (IKANUSA) mengadakan Madrasah Kaderisasi (MK) dengan tema pembukanya “Menempa Militansi Kader NU (Menyongsong Peta Jalan NU Abad ke-2)”. Madrasah Kaderisasi (MK) menjadi inovasi proses pencarian sumber daya manusia yang handal, loyal, serta militan untuk melanjutkan tongkat estafet perjuangan organisasi yang dikemas sangat apik dan elegan.

April – Tahun 2021 masih menjadi tahun yang diselimuti duka. Tak terkecuali bagi warga Indonesia di Sudan karena ditinggal oleh Duta Besar, Almarhum Bapak Rossalis. Sebagaimana diketahui Almarhum yang mulai bertugas sebagai Dubes di Sudan sejak 20 Februari 2018 dikabarkan meninggal pada Sabtu (3/4) di RS Royal Care, Khartoum, setelah sebelumnya mendapatkan perawatan intensif karena terinfeksi virus corona. PCINU Sudan pun menggear acara tahlil virtual karena angka Covid-19 masih tinggi saat itu.

Mei – Pimpinan Cabang Istimewa Muslimat NU Sudan yang mana merupakan suatu salah satu badan otonom PCINU Sudan, pada bulan Ramadan memberikan perhatian lebih terhadap kegiatan yang berkaitan dengan Al-Qur’an dengan mengadakan kegiatan darrosah setiap pekannya. Kegiatan Darrosah ini merupakan kegiatan tahfidz, tahsin, dan tasmi’ Al-Qur’an yang dikoordinir oleh Bidang Dakwah dan Pengembangan Masyarakat yang bertujuan untuk menjaga dan menguatkan bacaan serta hafalan anggota Muslimat NU Sudan.

Baca juga: Diplomasi dengan Institusi Bahasa Arab Sudan, PCINU Sudan Menghadiri Undangan Seminar Peringatan Hari Bahasa Arab Internasional

Juni – Menjadi awal mula kuatnya diplomasi antara PCINU Sudan dengan Majelis Ulama Sudan (Majma Fikih Sudan). Pada saat itu, Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LAKPESDAM) menggelar Seminar Internasional dengan tema “Pribumisasi Islam; Antara Indonesia dan Sudan” pada Senin, 28 Juni. Seminar ini mendatangkan secara virtual, KH. Yahya Cholil Staquf (Katib ‘Aam PBNU pada saat itu) dan Prof. Dr. Abdurrahim Adam Muhammad (Ra’is Majma’ Fikih Sudan) keduanya sebagai keynote speaker, serta pemateri, Dr. (cand) Ribut Nur Huda, S.Hum., M.Pdi., MA. (Mustasyar PCINU Sudan) dan Dr. Adil Hasan Hamzah (Ketua Umum Majma’ Fikih) keduanya sebagai narasumber. Seminar ini diikuti oleh perwakilan dari Turki, Etihad fathani, Etihad Malaysia, Majma Sufi, Jam’iyyah Asy’ari, Muhammadiyah. Juga para generasi muda dan mahasiswa dari Forpass, PPI Sudan, PPPI Sudan, serta beragam ormas lainnya.

Juli – Pada bulan ini, Lembada Pengkajian Al-Quran (LPQ) PCINU Sudan menggagas MTQ Virtual tingkat PCINU sedunia. Gagasan ini merupakan suatu gebrakan dan inisiatif di mana LPQ NU Sudan bersinergi dengan Pimpinan Pusat Jamiyyatul Qurra wal Huffazh (PPJQH) serta mengajak PCINU dan KBNU sedunia dalam rangka menyiarkan Al-Qur’an dan menyampaikan fikrah-fikrah Nahdlatul Ulama kepada dunia internasional yang diharapkan mampu membentuk insan Qur’ani dalam membangun moderasi Islam dunia. Dengan penilaian dari dewan juri yang terdiri dari Prof. Dr. KH. M. Asy’ari, M. Ag., KH. Masrur Ikhwan, SQ., MA., dan Dr. H. Sofyan Hadi Musa, MA., memutuskan Ahmad Rafiq Azzawani delegasi dari PCINU Brunei sebagai juara pertama, Salahudin Ahmad delegasi dari KBNU Qatar sebagai juara kedua, dan M. Tauhid Abdul Gani A. delegasi dari PCINU Yaman sebagai juara ketiga.

Agustus – Kamis 12 Austus, NU Care-LAZISNU Sudan dan PCI Muslimat NU Sudan bekerjasama dengan organisasi kemanusiaan Rowahil Sudan mengadakan bakti sosial (baksos) di pelosok Negeri Sudan. Baksos yang bertemakan “Sharing, Caring, & Loving Each Other” ini merupakan kegiatan tahunan untuk saling peduli, serta menjalin hubungan yang lebih baik antar sesama. Bakti sosial ini dilakukan di dua tempat yang berbeda, yaitu; Desa Darrusalam dan Bank Aqqari yang terletak di pojokan Kota Omdurman. Total donasi yang terkumpul sebanyak Rp. 22.136.000 dan disalurkan dalam bentuk sembako dan pakaian layak pakai kepada kurang lebih 100 keluarga di kedua wilayah tersebut. 

September – Menjelang berakhirnya masa kepengurusan 2020/2021, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Sudan menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) XX dengan tema “Kontekstualisasi Visi Global NU dalam Menyongsong Satu Abad”. Dari hasil musyawarah Ahlul Halwa (Ahlul Halli wal Aqdi) memutuskan Rais Syuriyah yang baru yaitu, KH. Khafidzul Umam. Sedangkan hasil pemilihan secara pemungutan suara (voting) memunculkan nama Ustaz Abdurrokhim yang terpilih melanjutkan estafet kepemimpinan Ketua Tanfidziyah dengan perolehan 79 dari 123 suara. Kemudian acara ditutup dengan doa dari Rais Syuriyah terpilih, KH Khafidzul Umam.

Oktober – Panitia Konfercab (Konferensi Cabang) PCI Muslimat NU Sudan telah menyelenggarakan Konfercab yang ke-18 dengan tema “Spirit Keilmuan dan Aktualisasi Peran Global Muslimat NU” dan pemilihan Ketua baru pada Jumat, 01 Oktober. Pemilihan ketua ini dilakukan untuk menunjuk nakhoda baru bagi PCI Muslimat NU Sudan. Pemilihan ini dilakukan dengan pengambilan suara yang dibagi menjadi 2 tahap, pengambilan suara pertama adalah untuk menentukan bakal calon ketua, kemudian 3 suara terbanyak akan terpilih menjadi calon ketua. Pengambilan suara kedua inilah yang akan menentukan ketua baru.
Pemilihan pada tahun ini memutuskan Yustira Nur Fadilah sebagai nahkoda baru PCI Muslimat NU Sudan untuk mengarungi periode 2021-2022 setelah melalui dua kali putaran pemilihan umum.

– Pada bulan ini juga, PCINU Sudan menyambut perayaan Maulid Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Hari Santri Nasional dengan menyelenggarakan maulid bertemakan “Gema Shalawat Darus Biografi & Resolusi Jihad KH. M. Hasyim Asy’ari” pada Jumat malam, 15 Oktober. Acara ini menjadi lebih istimewa karena dirayakan bersama masyarakat Sudan dan mengambil lokasi di salah satu stan di Maidan Maulid Omdurman di mana tempat tersebut adalah lokasi para sufi Sudan menggemakan peringatan hari lahir Nabi Muhammad setiap malam mulai tanggal 1 hingga 12 Rabiul Awwal. Salah satu panitia Maidan Maulid mengatakan ada hampir 100 stan yang menampilkan ritual keagamaan dari masing-masing tarekat sufi yang ada di Sudan. Dalam acara ini, PCINU Sudan yang menjadi tamu istimewa di stan Mahalliah Omdurman dengan rebana khas Indonesia oleh Jamiyyah Syifaul Qulub (JSQ), yang menampilkan beberapa Qashidah tentang cinta Rasul dan negara (hubbul wathan). Nampak antusias masyarakat Sudan yang hadir di acara tersebut dengan menikmati serta khidmat dalam mendengarkan pujian-pujian yang ditampilkan apik oleh personel rebana JSQ. Shalawat an-Nahdliyah dan Yalal Wathon juga turut disenandungkan.

November – Bulan ini menjadi bulan tersulit karena maraknya demonstrasi secara kontinu oleh warga sipil Sudan dimulai, disertai terputusnya jaringan internet oleh pemerintah di Sudan yang berlangsung selama hampir satu bulan. Keterbatasan komunikasi tidak membuat panitia Konfercab XX PCINU Sudan patah semangat, mereka telah mencurahkan segenap usahanya demi lancarnya pelantikan pengurus PCINU Sudan dan Musyawarah Kerja (MUKER) yang terlaksana pada Rabu 17 November. Muker yang sederhana tersebut diharapkan dapat memunculkan program-program yang bermanfaat untuk kemajuan PCINU Sudan selama mengarungi periode baru.

Desember – PCINU Sudan melalui forum Kaukabul Fushaha telah sukses menyelenggarakan Studi Ilmu Penerjemahan selama empat hari di Wisma PCINU Sudan pada Selasa (21/12) hingga Sabtu (25/12). Studi tersebut menggunakan sistem pembelajaran intensif secara kontinu dan membahas tentang penerjemahan literasi bahasa Arab. Kaukabul Fushoha membuka pintu selebar-lebarnya kepada siapa pun yang ingin belajar menerjemah literasi bahasa Arab. Terhitung sebanyak 27 mahasiswa yang antusias dan istikomah mengikuti kegiatan ini selama lima hari. Dua hari kemudian, tepatnya pada hari Senin, Kaukabul Fushaha berkesempatan melakukan diplomasi dengan para petinggi Institusi Bahasa Arab Sudan dan bertemu dengan Direkturnya, Prof. Dr. Bakri Muhammad Alhaj untuk menyampaikan road map agenda strategis Kaukabul Fushaha seraya mengharap jalinan diplomasi dan kerja sama yang kuat dalam pengembangan bahasa Arab antara Kaukabul Fushaha dengan Majma Lughah kedepannya.

Sumber: pcinusudan.com

Penyusun: Muhammad Najmuddin

Tinggalkan Balasan