Pengajian Al-Hijrah; Ketenangan Hati dan Keberkahan Rezeki

0
59
views

PCINUSUDAN.COM – Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Sudan melalui Lembaga Dakwah mengadakan pengajian Al-Hijrah bertemakan “Ketenangan Hati dan Keberkahan Rezeki” pada hari Jumat (14/01) di Wisma PCINU Sudan. Pengajian ini diadakan bersama dengan WNI Sudan yang tergabung dalam Paguyuban Pekerja Migran Indonesia (P2MI).

Pengajian Al-Hijrah sudah diadakan dan dijalankan selama 17 tahun lamanya dan berperan penting dalam membimbing jamaah dalam memahami ajaran-ajaran Islam yang moderat ala Ahlussunah wal Jamaah. Selain itu, pengajian ini juga menjadi wasilah untuk mempererat tali persaudaraan antar sesama jamaah dan WNI.

Saat ini pengajian Al-Hijrah dikemas dengan menarik dan berbeda dengan pengajian-pengajian sebelumnya. Selain dimeriahkan dengan bazar, pengajian ini juga dimeriahkan dengan kuis berhadiah sehingga bapak-bapak dan ibu-ibu WNI berlomba-lomba menjawab setiap kuis yang diberikan.

Pengajian dimulai dengan penampilan grup hadrah Jamiyyah Syifaul Qulub (JSQ). Dilanjutkan pembukaan acara oleh MC dan disambung dengan pembacaan tahlil bersama-sama. Usai tahlil, dilanjutkan mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh Ustaz M. Abdur Rokhim tentang “Ketenangan Hati dan Keberkahan Rejeki”. Dilanjutkan kuis berhadian dan sosialisasi NU-Care Lazisnu Sudan. Kemudian diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Kiai Muhammad Ahmad Faridi.

“Saya berharap Kegiatan yang mengajak kebaikan dan bermanfaat seperti ini diharapkan bisa selalu istikamah dan selalu mendapat tempat di hati para jamaah,” kata Abdurrasyid selaku Ketua LDNU Sudan.

Ketenangan Hati dan Keberkahan Rejeki

Salah seorang sahabat Nabi Muhammad Saw. bernama Tsa’labah menemui Nabi agar didoakan menjadi orang yang kaya raya. Tsa’labah berkata kepada Nabi:

“Wahai Nabi, aku ingin engkau doakan aku menjadi orang kaya.”

Nabi kemudian menjawab:

“Wahai Tsa’labah, orang kaya itu banyak sekali tantangan dan cobaannya.”

Kemudian Tsa’labah menjawab jawaban Nabi:

“Wahai Nabi, aku ingin engkau doakan aku menjadi orang kaya.”

Sesaat setelah itu, Nabi mendoakan agar Tsa’labah menjadi orang yang kaya raya. Beberapa hari setelah didoakan, Tsa’labah benar-benar menjadi orang yang kaya raya. Pernah diriwayatkan bahwasanya kambing ternak Tsa’labah memenuhi sepanjang jalan kota Madinah.

Baca juga: Syekh Ramadhan Al Buthi Mengungkap Alasan Arab Dipilih Sebagai Tempat Lahirnya Islam

Suatu ketika Nabi mengutus dua orang sahabat pergi menemui Tsa’labah agar dia membayar zakat hewan ternaknya. Akan tetapi, Tsa’labah mendustakannya dengan tidak membayar zakat karena dia menganggap sudan membayar pajak. Dalam teori psikologi tasawuf telah terjadi syndrom dalam diri Tsa’labah.

Imam Mawardi menjelaskan dalam kitab Adab Al-Dunya wa Al-Din (etika dunia dan agama) jilid 1 halaman 219 bahwa psikologi manusia ingin kaya menambah harta didasari atas 4 hal:

  1. Ingin menambah harta kekayaan atas dasar syahwat nafsu
  2. Ingin menambah harta kekayaan dengan tujuan kebaikan
    طلب الزيادة لصرف الأموال في وجوه الخير
    (Mencari tambahan harta kekayaan untuk memberikan hartanya dalam hal kebaikan)
  3. Ingin menambah harta kekayaan dengan dikumpulkannya untuk masa depan generasinya
  4. Ingin menambah harta kekayaan untuk dirinya sendiri dengan tidak memikirkan orang lain.

Di dalam teori Al-Quran konsep mencari rizki digambarkan dengan dua gambaran dengan lafaz (يا رزاق) yang disebutkan hanya satu kali dan lafaz (خير الرازقين) yang disebutkan enam kali. Sebagaimana yang telah dijelaskan teori tersebut bahwa tata cara manusia jika ingin mendapatkan keberkahan dalam rizkinya dengan berdoa:

“Ya Allah, berikanlah rezeki yang berkah, Ya Razzaq 1X, wa Khoirur Raziqin 6X”

Teori rezeki dalam Al-Quran dibagi menjadi tiga:

  1. Teori رزق كريم (rezeki halal dan mulia)
  2. Teori رزق من لدنا (rezeki yang datang tiba-tiba)
  3. Teori رزق حسنا (rezeki halal dan berkah)

Hubungan rezeki berkah dengan ketenangan hati berada pada ruh atau jiwa manusia. Secara fitrah jiwa manusia berpotensi baik dengan manusia selalu mengingat bahwa harta dan rezeki yang dimiliki oleh manusia berasal dari Allah Swt. sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran:

آلا بذكر الله تطمئن القلوب

(Ingatlah, dengan selalu ingat Allah, hati akan tenang)

Imam Suyuthi juga menjelaskan dalam kitab tafsirnya bahwa ketenangan hati (تطمئن القلوب) diartikan dengan pengertian orang yang cinta kepada Allah dan Rosul-Nya (ذاك من أحب الله ورسوله)

Dalam hadis, Nabi juga menyebutkan bahwa ketenangan hati (تطمئن القلوب) sama artinya dengan orang yang mencintai ahlul bait Nabi secara jelas tanpa ada kedustaan (من أحب أهل البيت صادقا غير كاذب). Dalam riwayat lain mengatakan orang yang mencintai orang-orang mukmin baik ada maupun tiada (من أحب المؤمنين شاهدا أو غالبا).

Sehingga dalam kesimpulan terakhir dalam hadis Nabi mengatakan:

آلا بذكر الله تطمئن القلوب

(Ingatlah, dengan selalu ingat Allah, hati akan tenang)

Dengan saling mencintai, menyayangi, mengasihi, dan tolong-menolong sesama manusia maka kita akan merasakan ketenangan hati dengan memahami esensi dari tujuan sebuah risalah yang Allah Swt. turunkan melalui Nabi Muhammad Saw.//(Lukman)

Tinggalkan Balasan