Re-NU-Ngan Malam; Refleksi Meneguhkan Komitmen Berkhidmat dari Jamiyah untuk Jamaah

0
107
views

PCINUSUDAN.COM – Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Sudan menyelenggarakan acara Ruang Kita (Re-NU-Ngan Malam) bertemakan Refleksi Meneguhkan Komitmen Berkhidmat dari Jamiyah untuk Jamaah pada Kamis malam (13/01) di Wisma PCINU Sudan. Acara ini dihadiri oleh semua warga Nahdliyin, baik pengurus maupun anggota biasa.

Perjalanan khidmah pengurus PCINU Sudan 2021-2022 yang telah berjalan selama dua bulan. Acara Re-NU-ngan Malam yang diadakan ini diharapkan mampu membangun kesadaran dan kebersamaan dalam berorganisasi, memahami arti leadership, dan memahami budaya khidmat organisasi ala NU. Agar tercapai tujuan-tujuan tersebut maka pengemban khidmah PCINU Sudan perlu menata ulang niat kesadaran, kebersamaan, dan rasa memiliki terhadap organisasi.

Kepemimpinan (leadership) memainkan peranan yang mendasar dan penting, bahkan bisa menjadi penentu dalam usaha dalam menjalankan agenda-agenda organisasi yang sesuai orientasi fungsi tugasnya untuk mencapai tujuan yang telah kita tetapkan secara mufakat bersama, yaitu kemajuan organisasi.

Seorang pemimpinan membutuhkan punggawa anggota sebagai fungsi kerja tim dalam mengerjakan kerja kolektif agenda organisasi dengan bersama-sama melaksanakan tugas-tugas organisasi sesuai job tugas masing2 yang saling seimbang dan merata.

Kepemimpinan yang efektif adalah kepemimpinan yang mampu mengasuh, menumbuhkan, dan mengembangkan potensi kader masing-masing dalam suatu ruang khidmat yang kondusif dalam struktur organisasi.

Budaya khidmat organisasi ala NU memiliki keistimewaan tersendiri dengan peran yang sangat strategis untuk mendorong dan meningkatkan efektivitas kinerja pengurus organisasi dengan bersama-sama mencari ridho Allah wasilah barokah Masyayikh NU.

Selain itu konstruksi/bangunan organisasi adalah langkah untuk menentukan arah organisasi, mengarahkan apa yang boleh dilakukan dan batas yang tidak boleh dilakukan, bagaimana mengalokasikan sumber daya dan bagaimana mengelola sumber daya organisasi, dan juga sebagai langkah untuk menghadapi tantangan internal dan peluang eksternal sesuai cita-cita masa depan organisasi.

Baca juga: Pengajian Al-Hijrah; Ketenangan Hati dan Keberkahan Rezeki

Kinerja masing-masing pengurus merupakan hasil dari suatu proses untuk menciptakan pemahaman bersama mengenai apa yang harus dicapai, bagaimana membuat desain dan mengatur sistem dengan cara yang lebih memungkinkan akan tercapainya tujuan organisasi.

Acara malam itu diawali dengan penyampaian dari masing-masing koordinator lembaga, badan otonom, dan perangkat organisasi tentang perjalanan tugasnya dalam hal pencapaian, hambatan, dan kendala yang dihadapi sehingga dapat dicarikan solusi-solusinya. Dilanjutkan dengan penyampaian enam pengurus yang lain tentang kritik dan saran kepada lembaga, badan otonom, maupun perangkat.

Penyampaian terakhir disampaikan oleh Ketua Tanfidziyah dan Rais Syuriyah tentang nasihat dan strategi dalam menjalankan organisasi sehingga nantinya dapat dijalankan oleh pengurus-pengurus yang lain.

“Visi kita tidak visi satu periode tapi visi bagaimana kita menetapkan konstruksi agenda-agenda program yang sifatnya tidak normatif yang hanya memikirkan satu periode, kiranya konstruksi agenda yang kita susun pada periode ini dapat dinikmati secara berkesinambungan oleh periode selanjutnya. Selama ini ancaman kita adalah mindset pragmatis, ingin berhasil dalam mencapai target program tapi tidak mau memikirkan sistematika agenda dan jangkauan sasarannya. Maka dari itu, kalau kita mau menunjukkan suatu kemajuan mari kita nikmati proses ini, jangan sampai kita menggunakan mindset pragmatis,” ucap M. Abdur Rokhim selaku Ketua Tanfidziyah.

“Mari kita sama-sama mengubah pola pikir dan mentalitas kita, jika kita mampu mengubahnya maka akan menjadi jalan mudah untuk menggapai cita-cita organisasi PCINU Sudan,” sambungnya.

“Kemarin saya study banding dengan beberapa PCINU luar negeri, seperti Jepang, Belgia, Mesir, Belanda, Taiwan, Korea, dan Tiongkok, Alhamdulillah PCINU Sudan adalah salah satu PCINU terbaik di dunia,” kata KH. Khafidul Umam selaku Rais Syuriyah.

“Kita ngurus NU itu tidak harus menjadi pegurus. Jadi yang didoakan Mbah Hasyim bukanlah pengurus tapi orang yang ngurusi NU, karena pengurus akan habis masa khidmahnya. Ngurusi NU itu apapun jabatannya di manapun posisinya tetap ngurusi NU,” lanjutnya.

Wal hasil, sebuah cita-cita organisasi bisa tercapai jika dilandasi dengan kinerja pengurus yang profesional dan proporsional dengan strategi leadership yang tagtis dan budaya khidmat organisasi yang kholis.

Acara Re-NU-Ngan Malam itu diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh KH. Khafidul Umam dan dilanjut foto bersama.//(Lukman)

Tinggalkan Balasan