Menjadi Sosok Wanita Idaman pada Generasi Milenial

0
55
views

Menjadi Sosok Wanita Idaman pada Generasi Milenial – perempuan harus bisa memberikan penguatan secara psikologis dan mampu menjadi pemain publik dalam setiap tindakan untuk mendorong optimalisasi peran publik maupun sosial masyarakat.

Perempuan di era milenial saat ini, dinilai memiliki kesempatan yang luas dalam mengaktualisasi dirinya melalui berbagai karya. Kesempatan ini didukung dengan perkembangan teknoogi saat ini memungkinkan untuk diakses oleh setiap orang. Lebih lanjut ditekankan dalam mengaktualisasi diri, perempuan dapat menjadikan sosok Kartini sebagai role model. Salah satu hal yang positif dari sosok Kartini yang patut dicontoh dan memang harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari pada saat ini adalah Kartini adalah sosok penggila literasi. Melalui literasi, generasi milenial dapat memiliki banyak ide dan pemikiran-pemikiran cemerlang sehingga mampu terus berkarya di bidang yang ditekuninya.

Perempuan milenial Indonesia harus bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Pertama, milenial adalah pribadi yang connected. Artinya generasi yang melek teknologi dan media sosial; kedua, milenial memiliki pola pikir kreatif. Sebenarnya pola pikir kreatif pada generasi milenial lebih mudah disalurkan karena hidup di era digital; ketiga, milenial sebenarnya generasi yang percaya diri. Hal ini mudah terlihat dengan banyaknya milenial yang berani mengungkapkan pendapatnya di media sosial.

Tantangan perempuan saat ini adalah menjadi perempuan yang terus berilmu; karena perempuan sekarang harus menjadi multi identitas, bisa menjadi istri, menjadi pelajar dan bisa menjadi masyarakat. Baik buruknya sebuah bangsa tergantung baik tidaknya seorang perempuan. Perempuan memegang peran penting dalam tumbuhnya seorang anak dalam keluarga. Karena sholih dan sholihahnya anak itu tergantung kepada ibunya, maka perempuan harus mempunyai keinginan belajar dan terus mengembangkan diri.

Perempuan juga memiliki multi identitas sebagai istri, yaitu perempuan yang taat kepada suaminya sebagaimana di jelaskan dalam al-quran dengan menggunakan lafadh Qonitatun (taat kepada suaminya). Tentunya dalam hal-hal yang bukan maksiat. Seusai kodratnya, perempuan mengikuti suami. Jadi bagi seorang yang berilmu, hal ini akan menjadikan keluarga yang sakinah mawaddah warohmah.

Kemauan adalah pondasi yang harus dimiliki, ketika ada kemauan ingin belajar, maka semua rintangan-rintangan yang dihadapi akan mampu untuk diselesaikan. Bagi perempuan sebaiknya mempelajari:

  1. Ilmu Tauhid
  2. Ilmu Fiqih
  3. Ilmu Adab/Akhlak

Perempuan idaman tidak perlu menyebarkan bahwa dirinya idaman. Cukup diri sendiri yang tahu bahwa ia berilmu dan terdidik, maka dengan sendirinya akan menjadi idaman. Jangan berharap ingin terkenal, tapi yang penting ialah melakukan norma-norma yang dianjurkan oleh islam saja itu sudah cukup untuk bekal menjadi wanita idaman bagi lingkungan.

Baca juga: Menanam serta Menumbuhkan karakter ala An-Nahdliyah

Dalam suatu maqolah ada 4 hal menjadikan wanita menjadi mulia:

  1. Al-ilmu
    Ilmu yang akan mengangkat derajatnya.
  2. Al-adab
    Ketika orang yang tidak memiliki ilmu sama sekali tapi memiliki tata krama maka orang itu akan disukai oleh sekelilingnya karena tata kramanya.
  3. As-shidqu
    Orang jujur pasti banyak yang menyukai, tetapai ketika orang itu tidak jujur maka banyak yang akan membencinya.
  4. Al-amanah
    Di tengah-tengah masyarakat, orang akan lebih menerima terhadap orang yang dapat dipercaya dalam hal apapun.

Menjadi perempuan di zaman sekarang membutuhkan stamina, fisik, mental dan spiritual. Perempuan memiliki multi identitas menjadi istri, ibu bagi anak-anaknya, anggota keluarga dan masyarakat yang betul-betul harus belajar dan mampu mengaplikasikan ilmunya. Perempuan juga menjadi tolak ukur baik atau tidaknya keluarga dan bangsa, untuk terus menjadi baik dan berakhlak mulia. Wanita idaman bukan ia yang memperoleh ketenaran tapi perilakunya yang sesuai dengan syariat.

Rangkuman dari Bincang Santai Pimpinan Redaksi Alfanisa, Atikal Maula, bersama Ning Sheila Hasina yang diselenggarakan oleh Perangkat Majalah Alfanisa Muslimat NU Sudan pada Jumat, (11/2).

Penulis: Atikal Maula

Tinggalkan Balasan