NU Care-LAZISNU Sudan Bantu WNI yang Menderita Breast Cancer

0
61
views

PCINUSUDAN.COM – Pengurus NU Care-LAZISNU Sudan bersama Paguyuban Pekerja Migran Indonesia (P2MI) dan Kementerian Sosial PPI Sudan membantu pengobatan salah satu WNI di Sudan, Ibu Ai Rohayati, yang menderita penyakit Breast Cancer atau Carcinoma Mammae.

Mulai tahun 2021 yang lalu LAZISNU Sudan mendampingi pengobatan Ibu Ai Rohayati namun saat itu sakitnya tidak separah sekarang, melainkan hanya keluhan-keluhan biasa. Masuk bulan September Ibu Ai merasa penyakitnya kambuh dan meminta pendampingan ke LAZISNU. Kemudian diketahui bahwa penyakitnya sudah parah.

Baca juga: Metode Penafsiran Teks Keagamaan dalam Penalaran Ulama Maroko; Abu Thayyib Maulud Surairy

Ibu Ai menjalani operasi mulai 20 – 22 November 2021 di RS. Attiba’ dan menjalani rawat jalan di beberapa rumah sakit di Sudan hingga Februari. Biaya operasinya mencapai lebih dari 500.000 Pound Sudan atau setara dengan $1.200. Untuk menutupi biaya yang demikian besar maka LAZISNU membantu dengan memberikan $300 untuk menutupi kebutuhan pengobatan.

Usai menjalani operasi kemudian P2MI mengajak LAZISNU dan Kementerian Sosial PPI Sudan bekerjasama menggalang donasi untuk membantu pengobatan Ibu Ai dan telah berhasil mengumpulkan dana sebanyak Rp 2.065.000 dan 40.000 Pound Sudan. Dana yang didapat tersebut diberikan kepada Ibu Ai sebelum kepulangannya. Tak hanya itu, LAZISNU bersama lembaga terkait juga melakukan pendampingan rawat jalan, jaga di rumah sakit, bahkan membantu memenuhi administrasi kepulangan ke Indonesia.

Keadaan Ibu Ai saat ini masih butuh pengobatan lanjutan sehingga memutuskan untuk berobat di Indonesia dengan bantuan dari KBRI Khartoum, P2MI, dan LAZISNU yang membantu segala keperluan administrasi kepulangan dan lain-lain. Sebelum take off pada Ahad (6/2) Ibu Ai menyampaikan banyak ungkapan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantunya.

“LAZISNU sebagai lembaga sosial sebisa mungkin memberikan pertolongan kepada yang membutuhkan dan dalam hal ini LAZISNU tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya tanpa bantuan dari teman-teman pengurus LAZISNU dan pihak lain, seperti P2MI dan PPI Sudan,” kata Ahmad Muqovva selaku Ketua NU Care-LAZISNU Sudan.//(Lukman)

Tinggalkan Balasan