Harokah-Barokah ala Nahdliyah; Format Kaderisasi Dinamis LKNU Sudan

0
67
views
LKNU Sudan

Lembaga Kaderisasi (LK) PCINU Sudan menyelenggarakan acara silaturrahmi, peresmian Ketua Umum Angkatan, dan perkenalan Ketua per-angkatan dengan tema “Harokah, Barokah ala Nahdliyah” pada Rabu (16/3) di Wisma PCINU Sudan. Acara ini merupakan terobosan yang konstruktif dengan berusaha memfungsikan peran tugas ketua angkatan dari 4 tingkatan tahun kedatangan yang ada di PCINU Sudan.

PCINU Sudan sendiri memiliki tradisi mengelompokkan angkatan sesuai tahun kedatangannya ke Sudan. Untuk saat ini, terdapat empat angkatan di dalam internal PCINU Sudan, di antaranya angkatan Filter (angkatan tahun kedatangan 2021) yang diketuai oleh sdr. Badrus Salas, Mirats (angkatan tahun kedatangan 2019) diketua oleh sdr. Ahmad Muqovva, Pepsi (angkatan tahun kedatangan 2018) diketuai oleh sdr. Alim Purwanto, dan angkatan Ganas (angkatan tahun kedatangan 2017) yang diketuai oleh sdr. Hilmy Yusuf al-Tamimi.

Rais Syuriah PCINU Sudan, KH. Khafidzul Umam, B.Sh

Acara ini juga sebagai peresmian Ketua Umum Angkatan yang mana amanah tersebut jatuh kepada Ahmad Muqovva dari angkatan Mirats untuk menjalankan beberapa tugas seperti; melakukan koordinasi intensif antara lembaga kaderisasi dengan ketua angkatan, memantau dan memobilisasi gerak aktif ketua angkatan, dan membantu Lembaga Kaderisasi dalam hal monitoring dan evaluasi perkembangan militansi kader NU Sudan.

Ketua Umum Angkatan, Ahmad Muqovva (tengah)

Poin besar adanya tugas monitoring dan tugas lainnya ialah harapan agar pelaksana organisasi mampu mengakomodir dan menjaring elemen kader-kader yang memiliki potensi dan kompetensi yang saat ini masih di luar struktural pengurus agar siap menjadi penerus tonggak estafet kempemimpinan PCINU Sudan pada masa yang akan datang.

Dengan menghadirkan pola sistematis tingkat komunikasi yang bottom-up dari bawah ke atas (dari anggota ke pelaksana tugas) seperti ini, diharapkan dapat meneguhkan komitmen kader yang punya loyalitas terhadap organisasi dan pimpinan dalam tanda kutip loyalitasnya bukan sebab ada kepentingan. Hal itu sama persis dengan tujuan LK sebagai pelaksana tugas organisasi, yakni dengan “menjamiyahkan jamaah NU” yang artinya menyatukan amaliah, fikrah, dan harakah dalam satu nada tarikan nafas Aswaja An-Nahdliyah.

Ketua Tanfidziyah, Ustaz Abdur Rokhim

Acara ditutup dengan closing statement dari Ketua LK PCINU Sudan, Muhammad Afif Fuddin, “Pola kaderisasi dinamis tidak akan bisa berjalan dengan maksimal apabila hanya mengandalkan kebijakan maupun pengamatan pengurus struktural yang tentunya banyak sekali kekurangan serta keterbatasan,” ujar aktifis NU asal Kota Sidoarjo itu.

Afif Fuddin juga berbicara mengenai format dinamis dalam kaderisasi di mana dia berharap adanya pergerakan khidmah yang kolektif dalam diri kader NU, “Kami sangat berharap akan kesadaran dan pergerakan bersama baik kader struktural maupun kultural untuk berproses bersama dengan menyatukan tujuan dasar organisasi dengan menyamakan visi, misi, serta persepsi agar sekiranya bisa berjalan kolektif dalam melangkah untuk mengemban khidmah di bawah panji Aswaja al-Nahdliyah,” lanjutnya.//(Najmuddin)

Baca juga [Telah Dibuka] Beasiswa PCINU Sudan Pendaftaran Mahasiswa Baru

Tinggalkan Balasan