Muslimah Produktif, Pembentuk Peradaban

0
100
views
Muslimah produktif
Sumber gambar: infopublik.id

Ketika mendengar kata “Muslimah” selalu identik pada wanita nan anggun dengan hijab atau kerudung sebagai mahkota yang menghiasi. Seiring dengan berkembangnya zaman, terkadang muslimah terhambat karena hijab atau hanya karena alasan Agama yang di anutnya. Hal ini yang menjadikan pertanyaan bagi beberapa perempuan, khususnya Muslimah, “Apakah seorang Muslimah dapat melakukan hal yang Produktif?”

Perempuan merupakan mahluk yang memiliki kemuliaan. Hal ini telah dijelaskan dalam ayat Alquran yang menyebutkan perempuan sebagai mahluk yang setara dengan laki-laki. Jika banyak orang berpendapat bahwa perempuan hanyalah mahluk kelas dua, ayat Alquran justru membantah pendapat tersebut dalam suatu konteks tertentu.

Seperti yang dijelaskan dalam surat An-Nisa Ayat 11:
يُوْصِيْكُمُ اللّٰهُ فِيْٓ اَوْلَادِكُمْ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِ

Allah mensyariatkan (mewajibkan) kepadamu tentang (pembagian warisan untuk) anak-anakmu, (yaitu) bagian seorang anak laki-laki sama dengan bagian dua orang anak perempuan”.

Semangat moral ayat Alquran menyebutkan dengan tegas bahwa tidak ada superioritas dan inferioritas sesama manusia. Baik laki-laki maupun perempuan, keduanya adalah mahluk Allah yang sangat dimuliakan berdasarkan akhlak dan kemampuan yang dimiliki. Tetapi tetaplah bahwa laki-laki sebagai imam, yang memimpin perempuan.

Selain menjelaskan akan tidak adanya perbedaan antara kedudukan seorang perempuan dan laki-laki, Islam pun telah mengajarkan bahwa perempuan juga memiliki hak dalam dirinya. Hal ini telah dijelaskan dalam Islam tentang bagaimanakah akhlak meminang seorang perempuan, karena perempuan ialah makhluk yang memiliki keistimewaan dari dalam dirinya maupun disekitarnya.

Untuk itu, akhlak dalam meminang seorang muslimah ialah dengan mahar. Mahar ialah suatu bentuk keseriusan laki-laki dalam meminang perempuan, sebagaimana dalam surat An-Nisa ayat 4:
وَاٰتُوا النِّسَاۤءَ صَدُقٰتِهِنَّ نِحْلَةً ۗ فَاِنْ طِبْنَ لَكُمْ عَنْ شَيْءٍ مِّنْهُ نَفْسًا فَكُلُوْهُ هَنِيْۤـًٔا مَّرِيْۤـًٔا
Dan berikanlah maskawin (mahar) kepada perempuan (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang penuh kerelaan. Kemudian, jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari (maskawin) itu dengan senang hati, maka terimalah dan nikmatilah pemberian itu dengan senang hati”.

Dari kedua ayat tersebut telah dijelaskan bahwa betapa mulianya seorang perempuan dan kemuliaan tersebut akan berlipat jika menjadikan al Ahklaqu al Karimah sebagai selimut yang membalut tingkah lakunya serta Alquran dan As-sunah sebagai pedoman dasar hidupnya. Sungguh indah dan mulianya seorang Muslimah.

Selain itu, ada hal lain yang menjadikan Muslimah sebagai sosok terpenting dalam terbangunnya generasi. Muslimah merupakan ladang sekolah pertama bagi keterunannya, sebab wanita (muslimah) menjadi tombak pendidikan generasi Islam, memiliki perananan dalam kemajuan umat sebagai seorang Ibu yang mendidik anaknya dengan baik sesuai Alquran dan Sunnah.

Untuk menjadi seorang ibu tentu memiliki keinginan dan cita-cita terbaik untuk kelangsungan generasinya. Sebab, tidaklah mungkin keinginan itu tercapai tanpa hadirnya seorang wanita yang hebat. Wanita hebat muncul salah satunya dari seorang yang tak pernah jenuh dalam meningkat diri yang produktif dan aktif.

Bagaimana caranya?

Cara menjadi diri yang produktif tidaklah susah, hanya dengan niat yang tulus dan benar-benar konsikuen atas segalanya.

Menjadi sosok Muslimah produktif tentu ia tidak akan hidup seorang diri, ia juga membutuhkan sosial. Untuk itu, jadilah orang yang produktif lagi proaktif. Proaktif ialah memfokuskan energi untuk menjadi aktif di tempat-tempat yang akan membawa manfaat bagi tujuan hidup secara keseluruhan. Sebagai contoh, ialah dengan menghadiri seminar yang kemudian berbagi dengan orang lain melalui menulis artikel atau menyampaikannya melalui pembicaraan. Hal tersebut akan menjadi pendorong diri untuk bermanfaat dalam kehidupan orang lain.

Jika seorang Muslimah telah menjadi sosok yang produktif, tentu ia akan sibuk dengan berbagai hal. Maka, penting untuk menfokuskan diri pada kualitas di banding kuantitas. Lebih baik fokuskan pada satu titik untuk menuju hasil yang sempurna, dari pada melakukan banyak hal tapi tak ada ujung yang selesai atau berceceran.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
“Allah menyukai ketika engkau melakukan sesuatu, engkau melakukannya dengan baik”. (H.R. Muslim)

Maka dalam mengerjakan sesuatu, kerjakan sesuai porsi kekuatan yang dimiliki dan lakukan dengan yang terbaik, agar menuai hasil yang memuaskan.

Dan cara terakhir menjadi Muslimah produktif ialah dengan selalu introspeksi diri. Dengan introspeksi, berarti bersikap kritis terhadap bagaimana penggunaan waktu yang lebih baik untuk hari berikutnya. Hanya dengan terus-menerus introspeksi diri dan mengumpan balik, kita dapat tumbuh dan berkembang untuk menjadi lebih produktif. Begitupun dalam hal beribadah dan mendekatkan diri pada Sang Kholiq.

Karena perempuan adalah sosok panutan yang akan menjadi pendidik pertama benih-benih pejuang untuk pembentuk peradaban,

Maka, penting menjadi Muslimah yang produktif. Karena perempuan adalah sosok panutan yang akan menjadi pendidik pertama benih-benih pejuang untuk pembentuk peradaban, khususnya pejuang ajaran Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Untuk itu, wajib bagi kita untuk selalu haus akan pengetahuan. Seperti halnya filosofi gelas kosong yang ia selalu ingin untuk diisi, semakin kita merasa kosong maka semakin banyak ilmu yang kita serap. Tetapi seorang Muslimah pintar tidak akan dapat berdiri kokoh jika tanpa Tauhid di hatinya. Ushikum wa iyya ya nafsi bitaqwallah…

Penulis: Saisah Al-Munawwaroh

Baca juga Menjadi Sosok Wanita Idaman pada Generasi Milenial

Tinggalkan Balasan